“Penanganan tersebut merupakan langkah awal untuk mengurangi dampak banjir, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan kembali apabila hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung,” jelasnya.
Menurutnya, banjir tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem, tetapi juga oleh faktor lingkungan, terutama saluran drainase dan aliran kali yang tersumbat sampah maupun material lainnya. Sumbatan tersebut menghambat aliran air sehingga air meluap ke jalan dan kawasan permukiman.
Karena itu, wakil walikota itu mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, termasuk membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah ke dalam saluran drainase maupun kali.
“Dengan jumlah penduduk Kota Jayapura yang mencapai kurang lebih 405 ribu jiwa, menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai sampah yang kita buang sembarangan justru menyumbat saluran air dan menimbulkan banjir yang merugikan masyarakat,” terangnya menjelaskan.
Lebih jauh Rustan sampaikan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan instansi teknis. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan agar saluran air tetap berfungsi dengan baik, khususnya ketika curah hujan meningkat.
Untuk itu masyarakat diimbau agar tetap waspada potensi tanah longsor, terutama di kawasan perbukitan dan tebing yang rawan mengalami pergerakan tanah saat hujan lebat.
“Penanganan tersebut merupakan langkah awal untuk mengurangi dampak banjir, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan kembali apabila hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung,” jelasnya.
Menurutnya, banjir tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem, tetapi juga oleh faktor lingkungan, terutama saluran drainase dan aliran kali yang tersumbat sampah maupun material lainnya. Sumbatan tersebut menghambat aliran air sehingga air meluap ke jalan dan kawasan permukiman.
Karena itu, wakil walikota itu mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, termasuk membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah ke dalam saluran drainase maupun kali.
“Dengan jumlah penduduk Kota Jayapura yang mencapai kurang lebih 405 ribu jiwa, menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai sampah yang kita buang sembarangan justru menyumbat saluran air dan menimbulkan banjir yang merugikan masyarakat,” terangnya menjelaskan.
Lebih jauh Rustan sampaikan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan instansi teknis. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan agar saluran air tetap berfungsi dengan baik, khususnya ketika curah hujan meningkat.
Untuk itu masyarakat diimbau agar tetap waspada potensi tanah longsor, terutama di kawasan perbukitan dan tebing yang rawan mengalami pergerakan tanah saat hujan lebat.