dr. Nickanor K.R Wonatorey, Sp.U Pimpin IDI Wilayah Papua
JAYAPURA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus berupaya meningkatkan kesehatan rakyat Indonesia untuk menuju masyarakat sehat dan sejahtera. Karena itu IDI wilayah Papua, pada Sabtu (10/1) kemarin, melaksanakan Musyawarah wilayah (Muswil) di Hotel Horison. Dalam kegiatan ini, IDI wilayah Papua juga mengadakan beberapa kegiatan sekaligus diantaranya, simposium dan pengabdian masyarakat dengan aksi donor darah.
Ketua Panitia Muswil IDI, dr Rizki Dumpatna, Spk, Pk, mengatakan bahwa dengan diadakannya simposium ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan pembaharuan ilmu bagi para teman sejawat dokter di wilayah Papua. Pelaksanaan simposium merupakan rangkaian resmi dari Muswil sekaligus bagian dari peringatan momentum besar dalam dunia kesehatan nasional, terutama di Papua.
Adapun tema dalam kegiatan musyawarah tersebut dikemas dalam ” Kegawatan Darurat Untuk Dokter Pelayanan Primer” dengan judul “Stabilkan-Prioritas-Rujuk” bagi para dokter pelayanan primer.
Tema ini, menurut dr Rizki, menggambarkan komitmen dokter-dokter di Papua untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan medis melalui pengembangan ilmu, teknologi, dan kolaborasi. “Kami melakukan kegiatan musyawarah wilayah, IDI wilayah Papua yang kami rangkaian dalam Simposium ilmiah, Jadi dalam kegiatan ini kami fokus kepada Dokter-dokter pelayanan primer,” kata dr Rizki, Sabtu (10/1)..
Peserta kegiatani ini diantaranya para dokter umum, dokter spesialis dan bidan di seluruh Provinsi Papua dan Daerah Otonom Baru (DOB), dengan total keseluruhan berdasarkan registrasi sebanyak 360 peserta dari target awal hanya 300 peserta.
Setidaknya ada 15 pemateri lintas profesi yang berpengalaman hadir dalam simposium tersebut. Mulai dari dokter spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis bedah, spesialis Obgyn(Obstetri dan Ginekologi) dan spesialis jantung.
“Harapan kami setelah mengikuti kegiatan ini, dokter layanan primer siap siaga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa simposium bukan sekadar agenda ilmiah, tetapi juga wadah pembelajaran kolektif untuk memperkuat kompetensi dokter di Papua agar tetap adaptif terhadap kemajuan dunia medis.
Di tempat yang sama Ketua IDI wilayah Papua Dr. dr. Donald W. Aronggear, Sp.B(K) mengatakan momentum Muswil 2026 menjadi simbol komitmen IDI Papua untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.