Pengawasan Internal Lapas Abepura Diperkuat 

​JAYAPURA – Pasca-insiden kaburnya enam narapidana beberapa bulan lalu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura terus bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus mempertegas komitmen pembenahan internal.

  Dari total enam warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang sempat melarikan diri, tim gabungan diketahui telah berhasil menangkap kembali tiga orang di antaranya, sementara tiga narapidana lainnya hingga saat ini masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus diburu.

   Kepala Lapas Kelas IIA Abepura, Edy Susetyo, menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mematahkan komitmen jajarannya untuk tetap menjalankan fungsi pemasyarakatan yang humanis dan berintegritas. Menurutnya, pendekatan humanis kepada para warga binaan merupakan prinsip dasar yang tidak boleh dikesampingkan.

Baca Juga :  116 Kasus Positif Baru, 68 Kasus Sembuh, dan 5 Kasus Kematian

  “Ya tetap kita harus menjaga integritas, begitu ya. Memberikan pelayanan yang terbaik terhadap warga binaan, sehingga mereka kita manusiawi-kan begitu ya. Karena bagaimanapun mereka hanya berhadapan dengan hukum, dibatasi oleh geraknya saja, tapi hak-hak lainnya tidak ada kehilangan. Tetap kita berikan, begitu,” ungkap Edy Susetyo saat ditemui di Abepura, pekan kemarin.

  Ia menjelaskan bahwa pembatasan hak bagi narapidana hanyalah sebatas kebebasan bergerak sesuai aturan hukum yang berlaku, sedangkan hak dasar lainnya seperti pelayanan kesehatan, pembinaan, dan perlakuan secara manusiawi tetap dijamin penuh oleh pihak Lapas.

​  Mengenai tiga narapidana yang hingga kini belum tertangkap, pihak Lapas Abepura memastikan proses pencarian terus berjalan secara massif. Pihaknya melakukan koordinasi erat dan berkelanjutan dengan Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya jajaran kepolisian, guna melacak keberadaan para buronan tersebut.

Baca Juga :  Gubernur : RSJ Abepura Jauh dari Kata Manusiawi

  “Ya sampai saat ini masih dalam pencarian begitu ya. Kita selalu berusaha dan berkoordinasi dengan APH begitu, agar mereka yang masih berada di luar sana bisa segera ditangkap kembali, begitu,” lanjut Kalapas.

​JAYAPURA – Pasca-insiden kaburnya enam narapidana beberapa bulan lalu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura terus bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus mempertegas komitmen pembenahan internal.

  Dari total enam warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang sempat melarikan diri, tim gabungan diketahui telah berhasil menangkap kembali tiga orang di antaranya, sementara tiga narapidana lainnya hingga saat ini masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus diburu.

   Kepala Lapas Kelas IIA Abepura, Edy Susetyo, menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mematahkan komitmen jajarannya untuk tetap menjalankan fungsi pemasyarakatan yang humanis dan berintegritas. Menurutnya, pendekatan humanis kepada para warga binaan merupakan prinsip dasar yang tidak boleh dikesampingkan.

Baca Juga :  Miliki Bakat Model Namun Tak Beranjak Jika Main Slime

  “Ya tetap kita harus menjaga integritas, begitu ya. Memberikan pelayanan yang terbaik terhadap warga binaan, sehingga mereka kita manusiawi-kan begitu ya. Karena bagaimanapun mereka hanya berhadapan dengan hukum, dibatasi oleh geraknya saja, tapi hak-hak lainnya tidak ada kehilangan. Tetap kita berikan, begitu,” ungkap Edy Susetyo saat ditemui di Abepura, pekan kemarin.

  Ia menjelaskan bahwa pembatasan hak bagi narapidana hanyalah sebatas kebebasan bergerak sesuai aturan hukum yang berlaku, sedangkan hak dasar lainnya seperti pelayanan kesehatan, pembinaan, dan perlakuan secara manusiawi tetap dijamin penuh oleh pihak Lapas.

​  Mengenai tiga narapidana yang hingga kini belum tertangkap, pihak Lapas Abepura memastikan proses pencarian terus berjalan secara massif. Pihaknya melakukan koordinasi erat dan berkelanjutan dengan Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya jajaran kepolisian, guna melacak keberadaan para buronan tersebut.

Baca Juga :  Seorang Warga Binaan Lapas Merauke Melarikan Diri

  “Ya sampai saat ini masih dalam pencarian begitu ya. Kita selalu berusaha dan berkoordinasi dengan APH begitu, agar mereka yang masih berada di luar sana bisa segera ditangkap kembali, begitu,” lanjut Kalapas.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya