JAYAPURA– Gubernur Papua Mathius D Fakhiri menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Papua menargetkan untuk mencetak 5.380 hektare sawah pada 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan berbasis potensi lokal di Papua.
“Program cetak sawah merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang digulirkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” katanya di Jayapura, Jumat.
Menurut Fakhiri, program ini dinilai menjadi langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah. “Pada 2025 telah direalisasikan pencetakan sawah seluas 640 hektare yang berlokasi di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi,” ujarnya.
Dia menjelaskan program tersebut menjadi fondasi awal pengembangan kawasan pertanian pangan di Papua. “Untuk itu program cetak sawah akan berlanjut pada 2026 dengan akan memastikan program berjalan optimal melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi pertanian, serta penguatan sistem pascapanen,” katanya.
JAYAPURA– Gubernur Papua Mathius D Fakhiri menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Papua menargetkan untuk mencetak 5.380 hektare sawah pada 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan berbasis potensi lokal di Papua.
“Program cetak sawah merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang digulirkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” katanya di Jayapura, Jumat.
Menurut Fakhiri, program ini dinilai menjadi langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah. “Pada 2025 telah direalisasikan pencetakan sawah seluas 640 hektare yang berlokasi di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi,” ujarnya.
Dia menjelaskan program tersebut menjadi fondasi awal pengembangan kawasan pertanian pangan di Papua. “Untuk itu program cetak sawah akan berlanjut pada 2026 dengan akan memastikan program berjalan optimal melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi pertanian, serta penguatan sistem pascapanen,” katanya.