JAYAPURA-Awal Tahun 2025 menjadi hari naas bagi Boy Heluka, dimana ia dianiaya oleh orang tak dikenal di Pangkalan Ojek Depan Masjid Darussalam Kampung Tiba-tiba, Kelurahan Yobe Distrik Abepura, Rabu (1/1) dini hari sekira pukul 03.35 WIT.
Kapolsek Abepura Kompol Komarul Huda mengungkapkan kasus pembunuhan secara sadis itu bermula korban yang berusia 25 tahun itu mengonsumsi minuman keras (miras) dengan kedua temannya benama Usman dan Syawal di Jalan Kesehatan 1 Kampung tiba-tiba Kelurahan Yobe Distrik Abepura.
Namun sekira pukul 03.20 WIT dini hari korban membeli rokok di kios terdekat di sekitaran Kompleks Kampung Tiba-Tiba.
Setelah berselang lama kedua temannya itu tampak khawatir dengan keberadaan korban lantaran Ia tak kunjung pulang. Sehingga Usman menyisiri sekitar kompleks tersebut. Setiba Depan Masjid Darussalam, Usman dikagetkan dengan melihat korban yang sedang duduk bersimpuh darah.
Akhirnya, ia memberitahu kepada Syawal yang sedang menunggu, serta warga di sekitar lokasi kejadian kemudian membawa korban ke RSUD Abepura menggunakan sepada motor. Meskipun sempat mendapatkan perawatan medis, namun pukul 05.30 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Abepura.
“Dari hasil Olah TKP Awal kami temukan adanya bekas tusukan pada bagian pipi kanana, luka tikam pada perut bagian bawa sebelah kanan dekat kemaluan,” beber Kapolsek Abepura Kompol Komarul Huda, kepada Cenderawasih pos, Kamis (2/1).
Atas kejadian itu Polsek Abepura langsung melakukan penyelidikan, baik keterangan saksi maupun alat bukti pemdukung di sekitar lokasi kejadian.
Sementara kami masih menggunakan rekaman CCTV milik Masjid Darussalam, karena waktu kejadian itu subuh jadi tidak ada saksi yang melihat,” ujarnya.
Namun daei rekaman CCTV tersebut pihaknya sementara telah mengantongi identitas pelaku. Diketahui pelaku saat ini masih berada di sekitaran Kota Jayapura, hanya saja pelaku diduga pemain lama yang sering membuat onar di wilayah tersebut, sehingga cukup terkendala bagi jajaran Polsek Abepura untuk membekuk pelaku. “Identitasnya sudah ada, tingggal tunggu waktu saja pelakunya kita tangkap,” tegasnya.
Sehingga Ia meminta kepada pelaku untuk menyerahkan diri, sebelum dilakukan tindakan terukur dan tegas. “Kami minta pelaku gentle, berani berbuat berani bertanggungjawab, silakan menyerahkan diri sebelum ditangkap secara paksa,” tegasnya. (rel/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos