Selain itu, pantauan pola angin menunjukkan adanya sirkulasi siklonik di utara Papua, belokan angin dan konvergensi, dimana hal ini dapat meningkatkan intensitas curah hujan. Kondisi ini semakin diperkuat dengan nilai indeks SOI sebesar +12.5, kemudian terpantau juga adanya gelombang Low, dan Kelvin.
“Labilitas lokal yang kuat juga turut mendukung terbentuknya proses konvektif di wilayah Papua sehingga secara keseluruhan mendukung proses pembentukan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan,” jelas Finnyalia. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Selain itu, pantauan pola angin menunjukkan adanya sirkulasi siklonik di utara Papua, belokan angin dan konvergensi, dimana hal ini dapat meningkatkan intensitas curah hujan. Kondisi ini semakin diperkuat dengan nilai indeks SOI sebesar +12.5, kemudian terpantau juga adanya gelombang Low, dan Kelvin.
“Labilitas lokal yang kuat juga turut mendukung terbentuknya proses konvektif di wilayah Papua sehingga secara keseluruhan mendukung proses pembentukan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan,” jelas Finnyalia. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q