Wednesday, May 29, 2024
24.7 C
Jayapura

Basuh Kaki, Teladan Yesus agar Manusia Mengasihi Sesama

JAYAPURA-Mengawali perayaan Tri Hari Suci, umat katolik di seluruh dunia, termasuk di Kota Jayapura mengikuti perayaan Kamis Putih pada Kamis (28/3) malam dan dilanjutkan dengan perayaan Jumat Agung, Jumat (29/3) kemarin. Ratusan umat Katolik terlihat juga menghadiri  perayaan misa Kamis Putih dan Jumat Agung di Gereja st. Agustinus Entrop, Kota Jayapura, Kamis (28/3).

   Misa kamis putih  yang menjadi awal dari Tri Hari Suci tersebut merupakan kenangan perjamuan terakhir  Yesus dengan murid-murid-Nya di hari terakhir. Misa dipimpin langsung oleh, Uskup Emiritus Keuskupan Jayapura  Mgr. Leo Laba Ladjar, O.F.M,. perayaan kamis putih ini juga diwarnai  pembasuhan kaki para rasul yang diperangkan oleh perwakilan umat Kombas.

     Dalam homilinya Uskup Leo menyampaikan misa Kamis Putih dirayakan dengan ekaristasi, tujuannya untuk mengenang  kembali kisah Yesus  sebelum disalibkan. “Tapi juga untuk mengenangkan kembali pengurbanan tubuh dan darahNya (Yesus red) yang ditumpahkam untuk kita,” ucap Uskup Leo saat homili.

Baca Juga :  Oknum PPD Japut Terbukti Gelembungkan Suara Caleg?

  Hal lain dari malam kamis putih, kata Uskup Leo, mengenang kasih Yesus yang mendalam, dimana dia menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, demi mengasihi umat manusia. Hal itupun ditandai dengan pembasuan kaki murid muridnya.  “Cuci kaki lambang cinta kasih Yesus kepada  kita,”ungkapnya.

  Uskup emeritus Leo mengatakan kisah perjamuan dan pembasuhan kaki yang dilakukan oleh Yesus kepada muridnya ini memberikan pesan kepada manusia untuk selaku membersihkan diri dari segala dosanya. “Misalnya didalam kehidupan keluarga, suami istri saling membersihkan jiwa, saling mengasihi sesama, karena itulah bagian dari pembersihan kaki yang dilakukan Yesus kepada muridnya,” tuturnnya.

   Sementara itu, seleh perayaan Kamis Putih, umat Katolik kemarin juga merayakan Jumat Agung. Perayaan mengenang sengsara dan wafat Yesus di kayu  Salib ini  ditandai dengan penghormatan Salib Yesus.

Baca Juga :  Sebagian Besar Pekerjaan di Dinas PU Hampir Rampung

  Di Gereja Katolik Paroki  Gembala Baik Abepura, perayaan Jumat Agung kemarin, juga diwarnai dengan Tablo atau jalan salib hidup yang diperankan oleh Orang Muda Katolik dan kelompok kategorial yang ada di Paroki  Gembala Baik Abepura.   (cr-278/rel/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA-Mengawali perayaan Tri Hari Suci, umat katolik di seluruh dunia, termasuk di Kota Jayapura mengikuti perayaan Kamis Putih pada Kamis (28/3) malam dan dilanjutkan dengan perayaan Jumat Agung, Jumat (29/3) kemarin. Ratusan umat Katolik terlihat juga menghadiri  perayaan misa Kamis Putih dan Jumat Agung di Gereja st. Agustinus Entrop, Kota Jayapura, Kamis (28/3).

   Misa kamis putih  yang menjadi awal dari Tri Hari Suci tersebut merupakan kenangan perjamuan terakhir  Yesus dengan murid-murid-Nya di hari terakhir. Misa dipimpin langsung oleh, Uskup Emiritus Keuskupan Jayapura  Mgr. Leo Laba Ladjar, O.F.M,. perayaan kamis putih ini juga diwarnai  pembasuhan kaki para rasul yang diperangkan oleh perwakilan umat Kombas.

     Dalam homilinya Uskup Leo menyampaikan misa Kamis Putih dirayakan dengan ekaristasi, tujuannya untuk mengenang  kembali kisah Yesus  sebelum disalibkan. “Tapi juga untuk mengenangkan kembali pengurbanan tubuh dan darahNya (Yesus red) yang ditumpahkam untuk kita,” ucap Uskup Leo saat homili.

Baca Juga :  304 Personel Diterjunkan Dalam Operasi Zebra Matoa

  Hal lain dari malam kamis putih, kata Uskup Leo, mengenang kasih Yesus yang mendalam, dimana dia menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, demi mengasihi umat manusia. Hal itupun ditandai dengan pembasuan kaki murid muridnya.  “Cuci kaki lambang cinta kasih Yesus kepada  kita,”ungkapnya.

  Uskup emeritus Leo mengatakan kisah perjamuan dan pembasuhan kaki yang dilakukan oleh Yesus kepada muridnya ini memberikan pesan kepada manusia untuk selaku membersihkan diri dari segala dosanya. “Misalnya didalam kehidupan keluarga, suami istri saling membersihkan jiwa, saling mengasihi sesama, karena itulah bagian dari pembersihan kaki yang dilakukan Yesus kepada muridnya,” tuturnnya.

   Sementara itu, seleh perayaan Kamis Putih, umat Katolik kemarin juga merayakan Jumat Agung. Perayaan mengenang sengsara dan wafat Yesus di kayu  Salib ini  ditandai dengan penghormatan Salib Yesus.

Baca Juga :  Dukung Tahapan Pilkada, Warga Diminta Gunakan Hak Pilih

  Di Gereja Katolik Paroki  Gembala Baik Abepura, perayaan Jumat Agung kemarin, juga diwarnai dengan Tablo atau jalan salib hidup yang diperankan oleh Orang Muda Katolik dan kelompok kategorial yang ada di Paroki  Gembala Baik Abepura.   (cr-278/rel/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya