Friday, March 27, 2026
25.2 C
Jayapura

Bulog Timika Jamin Kualitas Beras Layak Konsumsi

MIMIKA – Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika, menegaskan komitmen dalam menjaga mutu beras yang didistribusikan kepada masyarakat. Kepala Perum Bulog KC Timika, Dedy Wahyudi, menjamin bahwa seluruh stok yang keluar dari gudang Bulog telah melewati prosedur pengecekan ketat.

Sebagai bentuk akuntabilitas, Bulog juga menyediakan layanan penukaran bagi warga jika menerima beras dengan kondisi yang tidak memadai.

“Kami pastikan beras yang disalurkan layak konsumsi. Kalau ada yang kualitasnya kurang baik, silakan ditukar ke Bulog,” ujar Dedy, Selasa (24/3).

Dedy menjelaskan bahwa Kabupaten Mimika merupakan daerah defisit beras karena belum mampu memproduksi kebutuhan pokok tersebut secara mandiri.Alhasil, ketahanan pangan Mimika sangat bergantung pada pasokan dari luar pulau, terutama Jawa dan Sulawesi. Untuk menjaga ketersediaan tersebut, saat ini pemerintah mengubah strategi pengadaan dengan memprioritaskan hasil tani lokal dibanding impor.

Baca Juga :  Pencarian Pendulang Tradisional Tak Membuahkan Hasil di Hari Ketujuh

“Ini bagian dari upaya pemerintah mendorong penyerapan dalam negeri dan menjaga semangat petani untuk terus berproduksi,” katanya.

MIMIKA – Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika, menegaskan komitmen dalam menjaga mutu beras yang didistribusikan kepada masyarakat. Kepala Perum Bulog KC Timika, Dedy Wahyudi, menjamin bahwa seluruh stok yang keluar dari gudang Bulog telah melewati prosedur pengecekan ketat.

Sebagai bentuk akuntabilitas, Bulog juga menyediakan layanan penukaran bagi warga jika menerima beras dengan kondisi yang tidak memadai.

“Kami pastikan beras yang disalurkan layak konsumsi. Kalau ada yang kualitasnya kurang baik, silakan ditukar ke Bulog,” ujar Dedy, Selasa (24/3).

Dedy menjelaskan bahwa Kabupaten Mimika merupakan daerah defisit beras karena belum mampu memproduksi kebutuhan pokok tersebut secara mandiri.Alhasil, ketahanan pangan Mimika sangat bergantung pada pasokan dari luar pulau, terutama Jawa dan Sulawesi. Untuk menjaga ketersediaan tersebut, saat ini pemerintah mengubah strategi pengadaan dengan memprioritaskan hasil tani lokal dibanding impor.

Baca Juga :  Kebakaran di Sp1 Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

“Ini bagian dari upaya pemerintah mendorong penyerapan dalam negeri dan menjaga semangat petani untuk terus berproduksi,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/