Friday, January 23, 2026
26.9 C
Jayapura

Polisi Masih Duduki TKP Bentrok di Distrik Kwamki Narama

Belum Ada Kesepakatan dari Pihak-pihak yang Bertikai

MIMIKA – Pihak kepolisian masih menduduki Tempat Kejadian Perkara (TKP) bentrok antar dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah sampai dengan Jumat (17/10).

Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki mengatakan sampai saat ini belum ada kesepakatan untuk berdamai yang dilakukan oleh kedua belah pihak yang terlibat bentrok. Namun, ia menyebutkan bahwa situasi di lokasi kejadian hingga kini aman dan kondusif.”Sementara kita dalam kondisi aman dan kondusif,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa bentrok antar dua kelompok warga pecah di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah Selasa, (14/10) lalu.

Ipda Yusak Sawaki menjelaskan, bentrok ini terjadi akibat kasus perselingkuhan oleh perempuan yang disebut sebagai korban dan pihak laki-laki yang disebut sebagai pelaku. Bentrok tersebut pecah pada Selasa sore. Pihak kepolisian sendiri baru mengetahui adanya bentrok setelah adanya prosesi Waa Waa (Pengumpulan Uang) pada Selasa sore.

Baca Juga :  Polres Jayapura Buru Pelaku Perusak Mesin ATM

Belum Ada Kesepakatan dari Pihak-pihak yang Bertikai

MIMIKA – Pihak kepolisian masih menduduki Tempat Kejadian Perkara (TKP) bentrok antar dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah sampai dengan Jumat (17/10).

Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki mengatakan sampai saat ini belum ada kesepakatan untuk berdamai yang dilakukan oleh kedua belah pihak yang terlibat bentrok. Namun, ia menyebutkan bahwa situasi di lokasi kejadian hingga kini aman dan kondusif.”Sementara kita dalam kondisi aman dan kondusif,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa bentrok antar dua kelompok warga pecah di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah Selasa, (14/10) lalu.

Ipda Yusak Sawaki menjelaskan, bentrok ini terjadi akibat kasus perselingkuhan oleh perempuan yang disebut sebagai korban dan pihak laki-laki yang disebut sebagai pelaku. Bentrok tersebut pecah pada Selasa sore. Pihak kepolisian sendiri baru mengetahui adanya bentrok setelah adanya prosesi Waa Waa (Pengumpulan Uang) pada Selasa sore.

Baca Juga :  Diserang Sekelompok Warga, Sekolah Satu Atap Wasur Rusak Berat 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya