Sunday, January 11, 2026
27.7 C
Jayapura

Mama Papua di Pasar Pharaa Sampaikan Langsung Keluhan ke MRP dan DPR

Sementara itu, Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Perempuan, Febiola Ohee menjelaskan, kunjungannya ke Pasar Pharaa Sentani merupakan bagian dari kunjungan kerja MRP, guna menjalankan kewenangan, fungsi dan tugas yaitu memberikan perlindungan, keberpihakan dan pemberdayaan terhadap orang asli Papua sesuai dengan UU Otsus.

“Kunjungan kerja ini, kami bagi dalam 2 kelompok, satu kelompok ke Wilayah Adat Saireri dan satu lagi di Wilayah Adat Tabi, melalui kelompok kerja perempuan, kami hadir untuk memproteksi komidi UMKM orang asli Papua yaitu mama-mama Papua,” jelas Febiola.

Dengan melihat secara langsung kondisi dari para penjual orang asli Papua, pihaknya menemukan bahwa ada mama-mama Papua yang baru pertama kali menerima bantuan dana Otsus, sejak dana Otsus bergulir di Papua selama 25 tahun untuk periode pertama dan memasuki periode kedua.

Baca Juga :  Realisasi Dana Otsus Tahun ini Sangat Mengecewakan!

Pihaknya juga secara langsung melakukan wawancara khusus bagi setiap penjual OAP di Pasar Pharaa untuk mengetahui kendala yang dihadapi, banyak masukan dan juga harapan uang disampaikan dari mama-mama Papua dan ini menjadi PR bagi pemerintah untuk dapat menjawab setiap persoalan tersebut.

“Kami melihat kondisi mereka berjualan, yakni semua mama-mama Papua yang berjualan ini langsung diatas lantai dengan mengalahkan karung, namun mereka anggap hal tersebut lebih nyaman dibandingkan jualan diatas meja jualan,” jelasnya.

“Sesuai dengan kewenangan, fungsi dan tugas kami yaitu memberikan perlindungan, keberpihakan dan pemberdayaan terhadap orang asli Papua sesuai dengan UU Otsus, kami juga ingin melihat bagaimna proteksi pemerintah daerah dalam memberdayakan orang asli Papua,” jelas Febiola lagi.. (ana)

Baca Juga :  Warga Diminta Tidak Beri Bantuan Makanan Jadi

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Sementara itu, Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Perempuan, Febiola Ohee menjelaskan, kunjungannya ke Pasar Pharaa Sentani merupakan bagian dari kunjungan kerja MRP, guna menjalankan kewenangan, fungsi dan tugas yaitu memberikan perlindungan, keberpihakan dan pemberdayaan terhadap orang asli Papua sesuai dengan UU Otsus.

“Kunjungan kerja ini, kami bagi dalam 2 kelompok, satu kelompok ke Wilayah Adat Saireri dan satu lagi di Wilayah Adat Tabi, melalui kelompok kerja perempuan, kami hadir untuk memproteksi komidi UMKM orang asli Papua yaitu mama-mama Papua,” jelas Febiola.

Dengan melihat secara langsung kondisi dari para penjual orang asli Papua, pihaknya menemukan bahwa ada mama-mama Papua yang baru pertama kali menerima bantuan dana Otsus, sejak dana Otsus bergulir di Papua selama 25 tahun untuk periode pertama dan memasuki periode kedua.

Baca Juga :  Mayat Wanita Tanpa Identitas Ditemukan di Sentani Timur

Pihaknya juga secara langsung melakukan wawancara khusus bagi setiap penjual OAP di Pasar Pharaa untuk mengetahui kendala yang dihadapi, banyak masukan dan juga harapan uang disampaikan dari mama-mama Papua dan ini menjadi PR bagi pemerintah untuk dapat menjawab setiap persoalan tersebut.

“Kami melihat kondisi mereka berjualan, yakni semua mama-mama Papua yang berjualan ini langsung diatas lantai dengan mengalahkan karung, namun mereka anggap hal tersebut lebih nyaman dibandingkan jualan diatas meja jualan,” jelasnya.

“Sesuai dengan kewenangan, fungsi dan tugas kami yaitu memberikan perlindungan, keberpihakan dan pemberdayaan terhadap orang asli Papua sesuai dengan UU Otsus, kami juga ingin melihat bagaimna proteksi pemerintah daerah dalam memberdayakan orang asli Papua,” jelas Febiola lagi.. (ana)

Baca Juga :  Tabrak Pembatas Jalan,  Pengendara Motor Meninggal di Tempat

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya