Monday, January 26, 2026
25.8 C
Jayapura

Pemerintah Harus Hadir Hingga Kampung Terjauh

SENTANI – Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk memastikan kehadiran negara hingga ke kampung-kampung paling terpencil yang selama ini belum tersentuh pembangunan.

Menurutnya, masih banyak masyarakat di wilayah pedalaman yang hidup jauh dari pusat pemerintahan dan belum pernah menikmati pembangunan secara layak. Hal inilah yang mendorong dirinya bersama jajaran lebih memilih turun langsung ke lapangan daripada hanya menerima laporan di kantor.

“Masih ada masyarakat kita yang hidup sangat jauh dan belum pernah merasakan pembangunan. Karena itu kami lebih banyak turun ke daerah-daerah terpencil, supaya mereka benar-benar merasakan bahwa pemerintah hadir dan mereka bagian dari NKRI,” ujar Yunus Wonda.

Baca Juga :  Oknum Pedagang Bobol ATM Diancam 5 Tahun Penjara

Ia mengungkapkan, dalam salah satu kunjungan ke Kampung Omon, seorang kepala kampung menyampaikan kekecewaan mendalam karena kampung mereka seolah terhapus dari peta pembangunan Kabupaten Jayapura.

“Itu ekspresi kekecewaan yang besar. Hampir tidak pernah disentuh pembangunan dengan baik. Itu yang membuat kami ingin melihat langsung, merasakan sendiri, agar program yang dibuat benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” jelasnya, Selasa (20/1).

Bupati menegaskan, wilayah-wilayah terjauh justru menjadi prioritas utama pemerintahannya. Pasalnya, masyarakat di wilayah perkotaan relatif lebih mudah dijangkau, sementara masyarakat di Kampung-kampung dipedalaman sangat membutuhkan perhatian dan kehadiran langsung pemerintah.

“Kalau daerah dekat, setiap hari kita bertemu. Tapi yang jauh ini butuh atensi khusus. Pemerintah harus memastikan bahwa negara benar-benar hadir untuk mereka,” tegasnya.

Baca Juga :  Komoditi Ikan di Jayapura dan Biak Berpotensi Ekspor

Ia menambahkan, kebijakan turun langsung ke kampung-kampung akan terus dilakukan, bahkan akan diperbanyak pada tahun anggaran 2026. Pemerintah daerah juga akan mengurangi kegiatan presentasi di kantor dan lebih fokus pada pengumpulan data langsung di lapangan.

“Kami ingin mengambil data langsung sebagai dasar perencanaan program tahun 2027. Program harus benar-benar sampai ke kampung-kampung, supaya masyarakat merasakan kehadiran pemerintah,” katanya.

SENTANI – Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk memastikan kehadiran negara hingga ke kampung-kampung paling terpencil yang selama ini belum tersentuh pembangunan.

Menurutnya, masih banyak masyarakat di wilayah pedalaman yang hidup jauh dari pusat pemerintahan dan belum pernah menikmati pembangunan secara layak. Hal inilah yang mendorong dirinya bersama jajaran lebih memilih turun langsung ke lapangan daripada hanya menerima laporan di kantor.

“Masih ada masyarakat kita yang hidup sangat jauh dan belum pernah merasakan pembangunan. Karena itu kami lebih banyak turun ke daerah-daerah terpencil, supaya mereka benar-benar merasakan bahwa pemerintah hadir dan mereka bagian dari NKRI,” ujar Yunus Wonda.

Baca Juga :  Komoditi Ikan di Jayapura dan Biak Berpotensi Ekspor

Ia mengungkapkan, dalam salah satu kunjungan ke Kampung Omon, seorang kepala kampung menyampaikan kekecewaan mendalam karena kampung mereka seolah terhapus dari peta pembangunan Kabupaten Jayapura.

“Itu ekspresi kekecewaan yang besar. Hampir tidak pernah disentuh pembangunan dengan baik. Itu yang membuat kami ingin melihat langsung, merasakan sendiri, agar program yang dibuat benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” jelasnya, Selasa (20/1).

Bupati menegaskan, wilayah-wilayah terjauh justru menjadi prioritas utama pemerintahannya. Pasalnya, masyarakat di wilayah perkotaan relatif lebih mudah dijangkau, sementara masyarakat di Kampung-kampung dipedalaman sangat membutuhkan perhatian dan kehadiran langsung pemerintah.

“Kalau daerah dekat, setiap hari kita bertemu. Tapi yang jauh ini butuh atensi khusus. Pemerintah harus memastikan bahwa negara benar-benar hadir untuk mereka,” tegasnya.

Baca Juga :  Kebakaran Kantor Kemenag, Polres Jayapura Periksa 9 Saksi

Ia menambahkan, kebijakan turun langsung ke kampung-kampung akan terus dilakukan, bahkan akan diperbanyak pada tahun anggaran 2026. Pemerintah daerah juga akan mengurangi kegiatan presentasi di kantor dan lebih fokus pada pengumpulan data langsung di lapangan.

“Kami ingin mengambil data langsung sebagai dasar perencanaan program tahun 2027. Program harus benar-benar sampai ke kampung-kampung, supaya masyarakat merasakan kehadiran pemerintah,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya