Monday, January 19, 2026
23.7 C
Jayapura

PMI Jayapura Akui Stok Darah Kosong, Siapkan Sistem Baru Mulai Februari

SENTANI – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jayapura, Rendy Ralven Suebu, mengakui bahwa stok darah di PMI Kabupaten Jayapura saat ini dalam kondisi kosong. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan audiensi dengan pihak  RSUD Yowari  dan BPJS Kesehatan di Sentani.

Rendy menjelaskan, audiensi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti kerja sama antara PMI, rumah sakit, dan BPJS, sekaligus melakukan klarifikasi serta pembenahan sistem pelayanan darah di Kabupaten Jayapura.

“Untuk hari ini kami sampaikan bahwa stok darah di PMI Kabupaten Jayapura sedang kosong. Karena itu kami melakukan audiensi dengan pihak rumah sakit dan BPJS untuk memperbaiki sistem kerja dan memperkuat koordinasi,” ujarnya, Kamis (15/1).

Baca Juga :  Intervensi Ketahanan Keluarga Anti Narkoba Penting bagi Orang Tua

Ia mengatakan, sebagai pengurus yang baru bertugas di Kabupaten Jayapura, pihaknya melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan menemukan sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama dalam sistem pengelolaan dan distribusi darah.

“Kami melihat tantangan yang cukup besar, sehingga perlu ada perbaikan sistem kerja agar pelayanan darah bisa berjalan optimal,” jelasnya.

Rendy menargetkan, mulai Februari mendatang, PMI Kabupaten Jayapura akan kembali menjalankan sistem baru yang lebih terstruktur, guna memastikan ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

SENTANI – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jayapura, Rendy Ralven Suebu, mengakui bahwa stok darah di PMI Kabupaten Jayapura saat ini dalam kondisi kosong. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan audiensi dengan pihak  RSUD Yowari  dan BPJS Kesehatan di Sentani.

Rendy menjelaskan, audiensi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti kerja sama antara PMI, rumah sakit, dan BPJS, sekaligus melakukan klarifikasi serta pembenahan sistem pelayanan darah di Kabupaten Jayapura.

“Untuk hari ini kami sampaikan bahwa stok darah di PMI Kabupaten Jayapura sedang kosong. Karena itu kami melakukan audiensi dengan pihak rumah sakit dan BPJS untuk memperbaiki sistem kerja dan memperkuat koordinasi,” ujarnya, Kamis (15/1).

Baca Juga :  Intervensi Ketahanan Keluarga Anti Narkoba Penting bagi Orang Tua

Ia mengatakan, sebagai pengurus yang baru bertugas di Kabupaten Jayapura, pihaknya melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan menemukan sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama dalam sistem pengelolaan dan distribusi darah.

“Kami melihat tantangan yang cukup besar, sehingga perlu ada perbaikan sistem kerja agar pelayanan darah bisa berjalan optimal,” jelasnya.

Rendy menargetkan, mulai Februari mendatang, PMI Kabupaten Jayapura akan kembali menjalankan sistem baru yang lebih terstruktur, guna memastikan ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya