Jemaat GKI Maranatha Yoboi Rayakan Jumat Agung, Umat Diajak Tinggalkan Dosa

SENTANI – Jemaat GKI Jemaat Maranatha Yoboi di Kampung Yoboi, Distrik Sentani Timur, menggelar ibadah Jumat Agung dengan penuh khidmat.

Dalam khotbahnya, Ketua Jemaat, Jhon Ibo, menyampaikan firman Tuhan yang diambil dari Injil Markus 15:1-32 tentang penderitaan dan kematian Yesus Kristus.

Ia menegaskan bahwa Yesus telah memikul seluruh dosa umat manusia, mengalami hinaan, cambukan, hingga disalibkan demi menebus dosa manusia.

“Yesus mati untuk menyelamatkan umat manusia. Namun bagi kita orang percaya, mengikuti Yesus berarti harus memikul salib dan meninggalkan dosa,” ujarnya.

Dalam khotbahnya, ia juga mengingatkan bahwa semua manusia adalah berdosa, dan pengorbanan Yesus merupakan bentuk kasih yang besar bagi umat manusia. Ia menyinggung kisah Barabas, yang seharusnya menerima hukuman, namun digantikan oleh Yesus.

Baca Juga :  132 Orang Masuk dalam Pantauan Covid-19

Selain itu, ia mengutip kitab Yesaya 53:1-12 yang menjelaskan bahwa penderitaan Yesus merupakan bentuk penebusan atas dosa dan penyakit manusia.

“Yesus menanggung penderitaan karena kita. Penyakit dan dosa kitalah yang ditanggung-Nya,” jelasnya.

SENTANI – Jemaat GKI Jemaat Maranatha Yoboi di Kampung Yoboi, Distrik Sentani Timur, menggelar ibadah Jumat Agung dengan penuh khidmat.

Dalam khotbahnya, Ketua Jemaat, Jhon Ibo, menyampaikan firman Tuhan yang diambil dari Injil Markus 15:1-32 tentang penderitaan dan kematian Yesus Kristus.

Ia menegaskan bahwa Yesus telah memikul seluruh dosa umat manusia, mengalami hinaan, cambukan, hingga disalibkan demi menebus dosa manusia.

“Yesus mati untuk menyelamatkan umat manusia. Namun bagi kita orang percaya, mengikuti Yesus berarti harus memikul salib dan meninggalkan dosa,” ujarnya.

Dalam khotbahnya, ia juga mengingatkan bahwa semua manusia adalah berdosa, dan pengorbanan Yesus merupakan bentuk kasih yang besar bagi umat manusia. Ia menyinggung kisah Barabas, yang seharusnya menerima hukuman, namun digantikan oleh Yesus.

Baca Juga :  Guru di JSIT Dipersiapkan Sebagai Guru Penggerak

Selain itu, ia mengutip kitab Yesaya 53:1-12 yang menjelaskan bahwa penderitaan Yesus merupakan bentuk penebusan atas dosa dan penyakit manusia.

“Yesus menanggung penderitaan karena kita. Penyakit dan dosa kitalah yang ditanggung-Nya,” jelasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya