JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada Senin pagi melemah 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.996 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan kurs rupiah dipengaruhi kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah (Timteng).
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi perang di Timteng dan harga minyak mentah yang masih terus naik,” ucapnya.
Mengutip Anadolu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada Selasa (7/4), dalam perang antara AS dan Israel melawan Iran.
Dalam pernyataannya, Trump menambahkan bahwa Tehran harus membuka Selat Hormuz atau mereka akan hidup menderita. “Trump mengancam Iran akan menjadi neraka besok Selasa (7/4) apabila Hormuz tidak dibuka,” kata Lukman.
Untuk harga minyak West Texas Intermediate (WTI) sendiri, sempat naik 115 dolar AS per barel pagi ini, dan sedikit terkoreksi ke angka 112 dolar AS per barel. “Indeks dolar AS sendiri naik didukung oleh data pekerjaan AS NFP (Non-Farm Payroll) yang lebih kuat dari perkiraan,” ungkap dia.
JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada Senin pagi melemah 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.996 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan kurs rupiah dipengaruhi kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah (Timteng).
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi perang di Timteng dan harga minyak mentah yang masih terus naik,” ucapnya.
Mengutip Anadolu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada Selasa (7/4), dalam perang antara AS dan Israel melawan Iran.
Dalam pernyataannya, Trump menambahkan bahwa Tehran harus membuka Selat Hormuz atau mereka akan hidup menderita. “Trump mengancam Iran akan menjadi neraka besok Selasa (7/4) apabila Hormuz tidak dibuka,” kata Lukman.
Untuk harga minyak West Texas Intermediate (WTI) sendiri, sempat naik 115 dolar AS per barel pagi ini, dan sedikit terkoreksi ke angka 112 dolar AS per barel. “Indeks dolar AS sendiri naik didukung oleh data pekerjaan AS NFP (Non-Farm Payroll) yang lebih kuat dari perkiraan,” ungkap dia.