Saturday, June 22, 2024
23.7 C
Jayapura

Adanya Virus ASF Peternak Resah, Harga Jual Babi Jatuh

SENTANI -Penemuan kasus virus African Swine Fever (ASF) pada ternak babi di Sentani Timur Kabupaten, membuat para peternak babi di Kabupaten Jayapura, khususnya di Wilayah Sentani khawatir dan waspada.

Bagaimana tidak,  adanya kasus tersebut harga babi sekarang turun signifikan, karena permintaan dari konsumen turun. Bahwa peternak yang mau menjual babinya juga sulit, karena pedagang jarang ada yang mau, bahkan permintaan dari konsumen berkurang.

Salah satu peternak babi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Fitus Arung mengaku, kasus kematian pada ternak babi di 2 kampung di Distrik Sentani Timur membuat dirinya khawatir.

“Adanya kasus tersebut, tentu saja kami khawatir, karena secara ekonomi rugi. Yang jelas akibat virus ASF  penjualan berkurang dan harga juga turun,  sementara harga pakan melonjak,”ungkapnya, Selasa (4/6) kemarin.

Fitus menambahkan, adanya penemuan virus ASF dan babinya langsung dimusnahkan. Tentu ini sangat mengejutkan, karena ia berharap kasus ini hanya ditemukan di Timika saja, tapi kenapa bisa sampai di Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Baca Juga :  1 Oktober, Api PON Tiba di Bandara Sentani

Fitus berharap, virus ASF bisa dicegah dengan baik, ada langkah konkrit yang dilakukan pemerintah melalui dinas terkait, supaya para peternak babi tenang dan bisa beternak babi dengan maksimal. Permintaan dan harga daging babi juga bisa kembali normal.

“Jika virus ASF tidak dapat dicegah,  maka dapat berdampak pada perekonomian masyarakat dan peternak babi di Kabupaten Jayapura. Termasuk dari sisi peternak itu cukup merugikan, karena virus ASF ini mewabah bisa berdampak pada kematian ternak babi,”jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya dalam mengantisipasi menyebarnya virus ASF ini akan lebih maksimal lagi dalam memberikan pakan babi dan menjaga kebersihan kandang agar selalu steril serta melakukan komunikasi dengan dokter hewan mengenai langkah apa saja yang harus dilakukan supaya ternak babinya tidak mudah terkena virus ASF.

Hal senada juga dikatakan Tina Peternak Babi di Sentani. Adanya kematian babi di dua kampung di Distrik Sentani Timur karena terkena virus ASF membuatnya resah dan khawatir. Oleh karena itu ia mulai menjual babi yang  ia pelihara.

Baca Juga :  Parkir Area Angkot Presisi di Depapre Diresmikan

“Saya sudah jual beberapa ekor babi saya di kandang, ada yang saya jual 1 ekor Rp 6 juta dengan cara saya potong terlebih dahulu, dan harga ini turun di bawah standar, kalau tidak ada kasus kematian babi akibat virus ASF bisa saya jual Rp 9 juta, tapi bagaimana lagi takutnya jika mati malah rugi tidak bisa kembali modal,”ucapnya.

Sementara itu, sebelumnya Pj Bupati Jayapura Triwarno Purnomo mengatakan,  adanya virus ASF yang sudah masuk di Distrik Sentani Timur, ia meminta para peternak babi tetap waspada dan mengikuti setiap petunjuk protokol kesehatan dari petugas Dinas Peternakan Kabupaten Jayapura yang saat ini telah menangani masalah virus ASF ini.(dil/ary)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

SENTANI -Penemuan kasus virus African Swine Fever (ASF) pada ternak babi di Sentani Timur Kabupaten, membuat para peternak babi di Kabupaten Jayapura, khususnya di Wilayah Sentani khawatir dan waspada.

Bagaimana tidak,  adanya kasus tersebut harga babi sekarang turun signifikan, karena permintaan dari konsumen turun. Bahwa peternak yang mau menjual babinya juga sulit, karena pedagang jarang ada yang mau, bahkan permintaan dari konsumen berkurang.

Salah satu peternak babi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Fitus Arung mengaku, kasus kematian pada ternak babi di 2 kampung di Distrik Sentani Timur membuat dirinya khawatir.

“Adanya kasus tersebut, tentu saja kami khawatir, karena secara ekonomi rugi. Yang jelas akibat virus ASF  penjualan berkurang dan harga juga turun,  sementara harga pakan melonjak,”ungkapnya, Selasa (4/6) kemarin.

Fitus menambahkan, adanya penemuan virus ASF dan babinya langsung dimusnahkan. Tentu ini sangat mengejutkan, karena ia berharap kasus ini hanya ditemukan di Timika saja, tapi kenapa bisa sampai di Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Baca Juga :  Hasil Validasi Honorer K2  Segera Diumumkan

Fitus berharap, virus ASF bisa dicegah dengan baik, ada langkah konkrit yang dilakukan pemerintah melalui dinas terkait, supaya para peternak babi tenang dan bisa beternak babi dengan maksimal. Permintaan dan harga daging babi juga bisa kembali normal.

“Jika virus ASF tidak dapat dicegah,  maka dapat berdampak pada perekonomian masyarakat dan peternak babi di Kabupaten Jayapura. Termasuk dari sisi peternak itu cukup merugikan, karena virus ASF ini mewabah bisa berdampak pada kematian ternak babi,”jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya dalam mengantisipasi menyebarnya virus ASF ini akan lebih maksimal lagi dalam memberikan pakan babi dan menjaga kebersihan kandang agar selalu steril serta melakukan komunikasi dengan dokter hewan mengenai langkah apa saja yang harus dilakukan supaya ternak babinya tidak mudah terkena virus ASF.

Hal senada juga dikatakan Tina Peternak Babi di Sentani. Adanya kematian babi di dua kampung di Distrik Sentani Timur karena terkena virus ASF membuatnya resah dan khawatir. Oleh karena itu ia mulai menjual babi yang  ia pelihara.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Serahkan Bantuan Rp1 Miliar

“Saya sudah jual beberapa ekor babi saya di kandang, ada yang saya jual 1 ekor Rp 6 juta dengan cara saya potong terlebih dahulu, dan harga ini turun di bawah standar, kalau tidak ada kasus kematian babi akibat virus ASF bisa saya jual Rp 9 juta, tapi bagaimana lagi takutnya jika mati malah rugi tidak bisa kembali modal,”ucapnya.

Sementara itu, sebelumnya Pj Bupati Jayapura Triwarno Purnomo mengatakan,  adanya virus ASF yang sudah masuk di Distrik Sentani Timur, ia meminta para peternak babi tetap waspada dan mengikuti setiap petunjuk protokol kesehatan dari petugas Dinas Peternakan Kabupaten Jayapura yang saat ini telah menangani masalah virus ASF ini.(dil/ary)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Berita Terbaru

Artikel Lainnya