Thursday, January 8, 2026
26.1 C
Jayapura

Gelombang Tinggi Jadi Kendala Pencarian Pelajar Tenggelam di Sarmi

JAYAPURA–Hingga hari keempat pencarian, pelajar bernama Seldjun Oktariani (18) yang dilaporkan tenggelam di Pantai Tarontah atau Muara Kali Dormas, Kampung Taronta, Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi, sejak Kamis (1/1), belum juga ditemukan.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura, Silvia Yoku, mengungkapkan bahwa upaya pencarian terhadap korban terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Namun hingga Minggu (4/1) hasil pencarian masih nihil. “Sampai sekarang belum dapat,” ujar Silvia Yoku melalui pesan WhatsApp, Minggu (4/1).

Ia menjelaskan, kondisi alam menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Arus laut yang kuat disertai gelombang tinggi menyulitkan tim SAR melakukan penyisiran secara maksimal di lokasi kejadian perkara (LKP). “Kendalanya gelombang tinggi dan arus kencang, sehingga menjadi hambatan dalam proses pencarian,” jelasnya.

Baca Juga :  Pelaku Curanmor Tak Berkutik Diringkus Polisi

Pada hari keempat operasi pencarian, tim SAR gabungan melaksanakan sejumlah tahapan kegiatan, dimulai sejak pagi hingga sore hari. Operasi diawali dengan persiapan peralatan dan briefing tim, sebelum bergerak menuju lokasi kejadian.

Dalam pelaksanaan Operasi SAR, dikerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU I melakukan penyisiran permukaan perairan menggunakan satu unit Landing Craft Rubber (LCR) dengan empat personel.

JAYAPURA–Hingga hari keempat pencarian, pelajar bernama Seldjun Oktariani (18) yang dilaporkan tenggelam di Pantai Tarontah atau Muara Kali Dormas, Kampung Taronta, Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi, sejak Kamis (1/1), belum juga ditemukan.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura, Silvia Yoku, mengungkapkan bahwa upaya pencarian terhadap korban terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Namun hingga Minggu (4/1) hasil pencarian masih nihil. “Sampai sekarang belum dapat,” ujar Silvia Yoku melalui pesan WhatsApp, Minggu (4/1).

Ia menjelaskan, kondisi alam menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Arus laut yang kuat disertai gelombang tinggi menyulitkan tim SAR melakukan penyisiran secara maksimal di lokasi kejadian perkara (LKP). “Kendalanya gelombang tinggi dan arus kencang, sehingga menjadi hambatan dalam proses pencarian,” jelasnya.

Baca Juga :  Anak PAUD yang Dilaporkan Hilang, Tenggelam di Sungai Kumbe Ditemukan Mengapung

Pada hari keempat operasi pencarian, tim SAR gabungan melaksanakan sejumlah tahapan kegiatan, dimulai sejak pagi hingga sore hari. Operasi diawali dengan persiapan peralatan dan briefing tim, sebelum bergerak menuju lokasi kejadian.

Dalam pelaksanaan Operasi SAR, dikerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU I melakukan penyisiran permukaan perairan menggunakan satu unit Landing Craft Rubber (LCR) dengan empat personel.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya