WAMENA – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Papua Pegunungan (Papeg) menyebut Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih membawa manfaat besar bagi orang asli Papua di delapan kabupaten.
Pelaksana Tugas Kepala Diskop UKM dan Perindag Papua Pegunungan Alpius Yigibalom dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu (24/1) mengatakan kehadiran Kopdes Merah Putih di delapan kabupaten diharapkan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Regulasi dalam pembiayaan Kopdes Merah Putih sudah sangat jelas baik dari dana desa dan negara yang diprioritaskan membantu ekonomi masyarakat setempat dalam mengelola sumber daya alam yang dimiliki,” katanya.
Menurut dia, dengan penganggaran yang jelas maka pelaku ekonomi di kampung atau desa di delapan kabupaten bisa optimal dalam mengelola usaha yang digeluti baik usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM maupun perkebunan dan pertanian.
“Pembiayaan atau modal yang jelas seperti ini maka mencegah terjadinya peminjaman uang kepada rentenir yang bunganya besar dan menyulitkan petani atau pelaku ekonomi nantinya,” ujarnya.
Dia menjelaskan sejauh ini pihaknya terus berkomunikasi dengan organisasi perangkat daerah atau OPD teknis di delapan kabupaten, sejauh mana eksistensi pengoperasian Kopdes Merah Putih di delapan kabupaten di antaranya Jayawijaya, Lanny Jaya, Nduga, Mamberamo Tengah, Pegununungan Bintang, Yalimo, Yahukimo dan Tolikara.
WAMENA – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Papua Pegunungan (Papeg) menyebut Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih membawa manfaat besar bagi orang asli Papua di delapan kabupaten.
Pelaksana Tugas Kepala Diskop UKM dan Perindag Papua Pegunungan Alpius Yigibalom dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu (24/1) mengatakan kehadiran Kopdes Merah Putih di delapan kabupaten diharapkan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Regulasi dalam pembiayaan Kopdes Merah Putih sudah sangat jelas baik dari dana desa dan negara yang diprioritaskan membantu ekonomi masyarakat setempat dalam mengelola sumber daya alam yang dimiliki,” katanya.
Menurut dia, dengan penganggaran yang jelas maka pelaku ekonomi di kampung atau desa di delapan kabupaten bisa optimal dalam mengelola usaha yang digeluti baik usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM maupun perkebunan dan pertanian.
“Pembiayaan atau modal yang jelas seperti ini maka mencegah terjadinya peminjaman uang kepada rentenir yang bunganya besar dan menyulitkan petani atau pelaku ekonomi nantinya,” ujarnya.
Dia menjelaskan sejauh ini pihaknya terus berkomunikasi dengan organisasi perangkat daerah atau OPD teknis di delapan kabupaten, sejauh mana eksistensi pengoperasian Kopdes Merah Putih di delapan kabupaten di antaranya Jayawijaya, Lanny Jaya, Nduga, Mamberamo Tengah, Pegununungan Bintang, Yalimo, Yahukimo dan Tolikara.