Friday, January 9, 2026
24.9 C
Jayapura

Suku Walak Sepakat Berdamai Serta Menolak Miras dan Penggunaan Ganja

WAMENA – Ikatan Keluarga Suku Walak (IKSWAL), yang ada di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan,akhirnya melakukan perdamaian dalam bentuk  acara bakar batu  dalam rangka penyelesian masalah terkait bentrok  dua kelompok masyarakat  dari suku Walak dan Araboda Asologaima (suku Dani) yang dipicu dari kasus lakalantas yang berujung pada pembunuhan 1 januari lalu.

Ketua Ikswal Nus Karoba mengatakan pertama pihaknya merasa bersyukur kepada Tuhan sebab dalam proses penyelesaian masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan aman. Sebab awal Kejadian perestiwa tersebut pihaknya sebagai orang Walak kaget karena yang sebenarnya orang Walak tidak ikut terlibat langsung tapi setelah di selediki ternyata ada anak Walak yang ikut mabuk.

Baca Juga :  Pemkab Jayawijaya Masih Tunggu Juknis dari BGN

“kami merasa sadar dan bertangungjawab atas kejadian tersebut sehingga kami mengaku bahwa pelakunya kami orang Walak, dan saat ini kami sudah menyelesaikan konflik tersebut sehingga dengan adanya bakar batu ini masalah ini sudah kami selesaikan secara adat,”ungkapnya selasa (23/1) sore kemarin

Oleh sebab itu hari ini masyarakat suku Walak bersama kepala distrik, kepala kampung, para kepala suku    telah menyatakan sikap dan ambil komitmen bahwa semua masyarakat suku Walak yang ada di Wamena Provinsi Papua Pegunungan di larang keras mengkomsumsi minuman keras (Miras) dan pengunaan narkotika jenis  Ganja di wilayah Walak.

“masalah ini di sebabkan karena Miras dan komsumsi ganja,  itu sebenarnya bukan budayanya orang gunung karena sejak nenek moyang tidak pernah komsumsi hal -hal itu.”kata Nus Karoba

Baca Juga :  Terkendala Administrasi, Tak Bisa Rekut Atlet dari Provinsi Induk

WAMENA – Ikatan Keluarga Suku Walak (IKSWAL), yang ada di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan,akhirnya melakukan perdamaian dalam bentuk  acara bakar batu  dalam rangka penyelesian masalah terkait bentrok  dua kelompok masyarakat  dari suku Walak dan Araboda Asologaima (suku Dani) yang dipicu dari kasus lakalantas yang berujung pada pembunuhan 1 januari lalu.

Ketua Ikswal Nus Karoba mengatakan pertama pihaknya merasa bersyukur kepada Tuhan sebab dalam proses penyelesaian masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan aman. Sebab awal Kejadian perestiwa tersebut pihaknya sebagai orang Walak kaget karena yang sebenarnya orang Walak tidak ikut terlibat langsung tapi setelah di selediki ternyata ada anak Walak yang ikut mabuk.

Baca Juga :  Terobos Masuk Ke IGD RSUD, Sekelompok Massa Habisi Terduga Pelaku Pembunuhan

“kami merasa sadar dan bertangungjawab atas kejadian tersebut sehingga kami mengaku bahwa pelakunya kami orang Walak, dan saat ini kami sudah menyelesaikan konflik tersebut sehingga dengan adanya bakar batu ini masalah ini sudah kami selesaikan secara adat,”ungkapnya selasa (23/1) sore kemarin

Oleh sebab itu hari ini masyarakat suku Walak bersama kepala distrik, kepala kampung, para kepala suku    telah menyatakan sikap dan ambil komitmen bahwa semua masyarakat suku Walak yang ada di Wamena Provinsi Papua Pegunungan di larang keras mengkomsumsi minuman keras (Miras) dan pengunaan narkotika jenis  Ganja di wilayah Walak.

“masalah ini di sebabkan karena Miras dan komsumsi ganja,  itu sebenarnya bukan budayanya orang gunung karena sejak nenek moyang tidak pernah komsumsi hal -hal itu.”kata Nus Karoba

Baca Juga :  Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Baliem

Berita Terbaru

Artikel Lainnya