WAMENA – Sebagai sarana pelestarian budaya, dan PAD Bupati Jayawijaya Atenius Murib. SH, MHĀ meninjau unit pelaksana teknis (UPT) pembibitan ternak babi yang dilakukan oleh dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib menyatakan, kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi ternak babi dan kadang yang digunakan untuk pengembangan sektor peternakan serta jugaĀ sekaligus menjaring keluhan yang dialami oleh pengelolah dan para karyawan.
“Saat ini kondisi wam (babi) milik pemerintah melalui UPT ini dapat menjadi sarana pelestarian nilai-nila budaya. Artinya bahwa pemerintah daerah turut menjaga nilai budaya Jayawijaya Papua Pegunungan dengan memilihara Babi. Karena hampir semua acara pasti akan membutuhkan babi,”ungkapnya Kamis (20/8) di Wamena.
Menurutnya, UPT Pembibitan ternak babi milik pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga turut memberikan PAD pada pemerintah melalui penjualan bibit ternak babi kepada masyarakat, sebab saat ini ada puluhan ekor babi yang sudah siap panen, 2 pejantan dan untuk bibit ada 95 ekor yang masih terus dikembangkan sampai dengan saat ini.
“Pembibitan wam ini telah dilakukan sejak awal tahun 2025, dalam pengembangannya ada ternak yang subur untuk beranak ada juga yang tidak, begitu juga dengan pejantan ada yang sel spermanya bagus ada juga yang tidak,”jelasnya
Kata Bupati Murib, untuk pembibitan ini ada ternak babi yang bisa menghasilkan 10 anak sekaligus yang diharapkan bisa terus berkembang pesat dan dari pemerintah daerah akan terus memperhatikan apa yang menjadi keperluan dari pengembangan ternak babi ini.
WAMENA – Sebagai sarana pelestarian budaya, dan PAD Bupati Jayawijaya Atenius Murib. SH, MHĀ meninjau unit pelaksana teknis (UPT) pembibitan ternak babi yang dilakukan oleh dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib menyatakan, kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi ternak babi dan kadang yang digunakan untuk pengembangan sektor peternakan serta jugaĀ sekaligus menjaring keluhan yang dialami oleh pengelolah dan para karyawan.
“Saat ini kondisi wam (babi) milik pemerintah melalui UPT ini dapat menjadi sarana pelestarian nilai-nila budaya. Artinya bahwa pemerintah daerah turut menjaga nilai budaya Jayawijaya Papua Pegunungan dengan memilihara Babi. Karena hampir semua acara pasti akan membutuhkan babi,”ungkapnya Kamis (20/8) di Wamena.
Menurutnya, UPT Pembibitan ternak babi milik pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga turut memberikan PAD pada pemerintah melalui penjualan bibit ternak babi kepada masyarakat, sebab saat ini ada puluhan ekor babi yang sudah siap panen, 2 pejantan dan untuk bibit ada 95 ekor yang masih terus dikembangkan sampai dengan saat ini.
“Pembibitan wam ini telah dilakukan sejak awal tahun 2025, dalam pengembangannya ada ternak yang subur untuk beranak ada juga yang tidak, begitu juga dengan pejantan ada yang sel spermanya bagus ada juga yang tidak,”jelasnya
Kata Bupati Murib, untuk pembibitan ini ada ternak babi yang bisa menghasilkan 10 anak sekaligus yang diharapkan bisa terus berkembang pesat dan dari pemerintah daerah akan terus memperhatikan apa yang menjadi keperluan dari pengembangan ternak babi ini.