alexametrics
28.7 C
Jayapura
Tuesday, June 21, 2022

Keamanan, Kunci Utama Masuknya Pembangunan

WAMENA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Jayawijaya meminta kepada masyarakat untuk mendukung penuh pembangunan yang dilakukan pemerintah dengan menjaga keamanan bersama. Menurutnya, masalah keamanan  menjadi kunci utama masuknya pembangunan di suatu wilayah, sebaliknya kalau tidk aman maka tentu proses pembangunan akan terhambat.

Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH, M.Hum menyatakan, upaya pemerintah daerah untuk membangun distrik dan kampung tidak akan berjalan dengan baik jika situasi di wilayah itu tidak aman, oleh karena itu, dukungan dari masyarakat untuk bersama menciptakan suasana yang aman akan mempercepat proses pembangunan.

“Orang selalu bilang Kosi Hilapok itu daerah rawan, beberapa kali kejadian di sini. Namun saya lihat akhir-akhir ini, sudah ada perubahan. Saya harap suasana ini tetap dijaga, karena masuknya pembangunan di suatu daerah tergantung keamanan daerah itu,” ungkapnya, Jumat, (20/5), kemarin.

Baca Juga :  Pemadaman Listrik, Wakil Bupati Esau Miram Panggil PLN

Wabup mengingatkan aparat distrik dan kampung yang merupakan mata dan telinga pemerintah kabupaten supaya menjadi corong untuk menyosialisasikan setiap program pemerintah yang akan dilakukan di distrik dan kampung.

“Saya berpesan agar masyarakat jangan jauh dari gereja, sebagai umat, masyarakat harus selalu dekat dengan gereja. Karena tempat ini dibuka dengan Injil sebelum masuknya pemerintah,” katanya.

Wabub juga minta agar masyarakat selalu membangun kerja sama dengan gereja, baik dalam pelayanan maupun kegiatan gereja lainnya, artinya bisa mengisi waktu dengan kegiatan kerohanian yang bisa membangun kepribadian yang baik sehingga terhindar dari hal -hal yang menyimpang.

“Gereja itu seperti honai atau tempat berkumpul, jadi hari minggu jangan ke pasar, tapi hari minggu kita fokus ke gereja. Rehap gereja bagus tapi jika setiap hari minggu kosong, itu percuma,” bebernya.

Baca Juga :  Pasca Rusuh, Harga Bensin di Wamena Naik Rp 80 ribu/liter

Pada kesempatan itu, wakil bupati juga mengingatkan warga untuk tetap mempertahankan filosofi masyarakat Lembah Baliem yakni 3W, (Wam, Wen, dan Wene) sebab Jayawijaya merupakan daerah dengan potensi pertanian yang besar sehingga Wabup meminta masyarakat untuk tekun mengolah lahan yang ada.

Pada kesempatan itu wabup juga meminta para kepala kampung untuk memaksimalkan dana desa untuk membangun kampung masing-masing, tentunya dengan melibatkan para pemuda kampung, dengan begitu dapat menjauhkan pemuda dari hal-hal negatife seperti Miras dan ganja. (jo/tho)

WAMENA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Jayawijaya meminta kepada masyarakat untuk mendukung penuh pembangunan yang dilakukan pemerintah dengan menjaga keamanan bersama. Menurutnya, masalah keamanan  menjadi kunci utama masuknya pembangunan di suatu wilayah, sebaliknya kalau tidk aman maka tentu proses pembangunan akan terhambat.

Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH, M.Hum menyatakan, upaya pemerintah daerah untuk membangun distrik dan kampung tidak akan berjalan dengan baik jika situasi di wilayah itu tidak aman, oleh karena itu, dukungan dari masyarakat untuk bersama menciptakan suasana yang aman akan mempercepat proses pembangunan.

“Orang selalu bilang Kosi Hilapok itu daerah rawan, beberapa kali kejadian di sini. Namun saya lihat akhir-akhir ini, sudah ada perubahan. Saya harap suasana ini tetap dijaga, karena masuknya pembangunan di suatu daerah tergantung keamanan daerah itu,” ungkapnya, Jumat, (20/5), kemarin.

Baca Juga :  PMKRI Tolak Deklarasi DOB dari LMA Papua

Wabup mengingatkan aparat distrik dan kampung yang merupakan mata dan telinga pemerintah kabupaten supaya menjadi corong untuk menyosialisasikan setiap program pemerintah yang akan dilakukan di distrik dan kampung.

“Saya berpesan agar masyarakat jangan jauh dari gereja, sebagai umat, masyarakat harus selalu dekat dengan gereja. Karena tempat ini dibuka dengan Injil sebelum masuknya pemerintah,” katanya.

Wabub juga minta agar masyarakat selalu membangun kerja sama dengan gereja, baik dalam pelayanan maupun kegiatan gereja lainnya, artinya bisa mengisi waktu dengan kegiatan kerohanian yang bisa membangun kepribadian yang baik sehingga terhindar dari hal -hal yang menyimpang.

“Gereja itu seperti honai atau tempat berkumpul, jadi hari minggu jangan ke pasar, tapi hari minggu kita fokus ke gereja. Rehap gereja bagus tapi jika setiap hari minggu kosong, itu percuma,” bebernya.

Baca Juga :  Pasca Rusuh, Harga Bensin di Wamena Naik Rp 80 ribu/liter

Pada kesempatan itu, wakil bupati juga mengingatkan warga untuk tetap mempertahankan filosofi masyarakat Lembah Baliem yakni 3W, (Wam, Wen, dan Wene) sebab Jayawijaya merupakan daerah dengan potensi pertanian yang besar sehingga Wabup meminta masyarakat untuk tekun mengolah lahan yang ada.

Pada kesempatan itu wabup juga meminta para kepala kampung untuk memaksimalkan dana desa untuk membangun kampung masing-masing, tentunya dengan melibatkan para pemuda kampung, dengan begitu dapat menjauhkan pemuda dari hal-hal negatife seperti Miras dan ganja. (jo/tho)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/