Wujudkan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memastikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun 2027 mengacu pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Inlusif dengan enam prioritas kebijakan pemerintah yang diharapkan memberikan dampak positif pada masyarakat.
Pj Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan enam prioritas kebijakan pemerintah kepada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi inklusif antara lain. Pertama, meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan, seperti peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan
“Dalam kebijakan pertama ini peningkatan partisipasi sekolah pada anak usia sekolah, peningkatan kualitas hidup keluarga, peningkatan akses pendidikan secara khusus bagi OAP, peningkatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak dalam pembangunan; serta peningkatan kapasitas pemuda,”ungkapnya selasa (17/3) di Wamena.
Untuk kebijakan kedua Kata Asisten I Setda Jayawijaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, seperti peningkatan kualitas pelayanan kesehatan puskesmas, peningkatan layanan kesehatan ibu hamil melalui kunjungan ke rumah-rumah, peningkatan pelayanan kesehatan balita dan peningkatan kualitas hidup lansia.
“Ketiga, pemberdayaan ekonomi rakyat, yaitu pelaksanaan sinergitas program pengentasan kemiskinan, peningkatan jaminan sosial bagi lapisan masyarakat (khusus OAP), keberpihakan kepada OAP dalam mengakses sektor pembangunan,”kata Tinggal Wusono.
Wujudkan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memastikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun 2027 mengacu pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Inlusif dengan enam prioritas kebijakan pemerintah yang diharapkan memberikan dampak positif pada masyarakat.
Pj Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan enam prioritas kebijakan pemerintah kepada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi inklusif antara lain. Pertama, meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan, seperti peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan
“Dalam kebijakan pertama ini peningkatan partisipasi sekolah pada anak usia sekolah, peningkatan kualitas hidup keluarga, peningkatan akses pendidikan secara khusus bagi OAP, peningkatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak dalam pembangunan; serta peningkatan kapasitas pemuda,”ungkapnya selasa (17/3) di Wamena.
Untuk kebijakan kedua Kata Asisten I Setda Jayawijaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, seperti peningkatan kualitas pelayanan kesehatan puskesmas, peningkatan layanan kesehatan ibu hamil melalui kunjungan ke rumah-rumah, peningkatan pelayanan kesehatan balita dan peningkatan kualitas hidup lansia.
“Ketiga, pemberdayaan ekonomi rakyat, yaitu pelaksanaan sinergitas program pengentasan kemiskinan, peningkatan jaminan sosial bagi lapisan masyarakat (khusus OAP), keberpihakan kepada OAP dalam mengakses sektor pembangunan,”kata Tinggal Wusono.