WAMENA – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pelatihan menjaga keamanan pangan siap saji pada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Gedung Bazda Yapis Wamena Senin (16/3)
Koordinator BGN Papua Pegunungan Wahyu Adi Pratama menyatakan tujuan dari pelatihan ini diwajibkan untuk seluruh dapur yang ada di Jayawijaya untuk nantinya melakukan pelatihan seperti ini dan untuk sertifikasi halal juga, kegiatan ini ada dua pertama untuk menjaga higenisnya makanan yang disajikan, dan mereka juga harus tersertifikasi.
“Pelatihan ini dilakukan oleh BGN yang bekerjasama dengan instansi lain untuk nantinya mendapatkan sertifikasi.
Kata Wahyu saat ini di Jayawijaya ada 4 dapur yang sudah berjalan dan ada 11 dapur yang sedang berproses, sedangkan kedepannya akan ada 90-an dapur di wilayah ini, untuk menghadapi libur lebaran yang akan dimulai dari 18 Maret sampai dengan 21 dapur MBG akan berhenti sementara untuk mendistribusikan makanan.
“Dalam penyajian makanan dalam MBG selalu wajib dengan pangan lokal melingkupi bahan -bahan yang ada di wilayah ini, entah itu saturan ataupun buah, keurangan kita itu terkait dengan daging entah itu ayam maupun ikan, telur itu kurang,”katanya.
Ia mengaku masalah -masalah seperti ini yang membuat BGN Jayawijaya mendorong masyarakat untuk membuka kebun sayuran sebab saat ini ada 4 dapur yang jalan dan 1 porsi makanan sekitar 1 gram sedangkan yang dilayani 12000 anak dapur membutuhkan 1,2 ton sayur per hari.
Sementara itu Perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Nuryakin, SE, MM memastikan bahan yang digunakan itu layak untuk digunakan, tak hanya bergizi tapi juga halal dan toyiban mulai dari daging dan sayuran yang dicuci dengan bersih, ditambah lagi produksi makanan yang disiapkan untuk anak -anak.
“Kita sudah melihat bagaimana sayurannya yang dicuci dengan baik, daging yang dikemas dengan baik sehingga tak ada sesuatu yang terlihat kurang baik, sehingga dari badan halal indonesia yang ada di Papua Pegunungan sudah melihat dapur yang ada di Jayawijaya semuanya bagus,”bebernya