Thursday, February 19, 2026
28 C
Jayapura

Dampak Banjir dan Longsor, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Akses Jalan dan Jembatan Putus

KARUBAGA— Belum pulih dari duka kebakaran hebat yang melanda Kota Karubaga pada akhir Januari 2026, Kabupaten Tolikara kembali diguncang bencana. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan itu memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah distrik pada Jumat, (6/2) sekira pukul 06.00 WIT.

Rentetan bencana dalam waktu berdekatan ini memperberat beban masyarakat yang sebelumnya tengah berupaya bangkit dari musibah kebakaran.

Banjir dan longsor dilaporkan terjadi di Kampung Kolilan, Ampera, Elsadai, Molera, Gurikme, Kimibur, Kogimage, Losmen, Danggulurik, Kiranage, serta Yalikaluk di Distrik Karubaga.

Bencana juga meluas ke Kampung Magerakuk/Leragawi, Longgoboma, Kuburatiri, dan Bogone di Distrik Lianogoma; Kampung Kai dan Wiyager di Distrik Kai; Kampung Banggeri, Geyaneri, dan Milineri di Distrik Wenam; Kampung Timori di Distrik Geya; Distrik Tagineri; serta sejumlah distrik lainnya di wilayah Kabupaten Tolikara.

Baca Juga :  Gen Z Sarmi Diajak Bijak Gunakan Internet

Merespons situasi tersebut, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos, mengeluarkan Surat Pernyataan Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor Nomor 360/25/BUP/2026 tertanggal 7 Februari 2026. Sebelumnya, pemerintah daerah telah menetapkan status Siaga 1 menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah itu dalam beberapa pekan terakhir.

Bupati Willem Wandik bersama Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si, turun langsung ke lokasi terdampak didampingi seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolikara. Mereka meninjau kerusakan infrastruktur sekaligus menyerahkan bantuan darurat bagi warga terdampak.

Data sementara BPBD Tolikara mencatat sebanyak 827 Kepala Keluarga menjadi korban bencana, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca Juga :  Dua Jembatan di Distrik Bugi Rusak Berat

Kerusakan meliputi akses transportasi darat, jembatan yang putus, prasarana kelistrikan milik PLN, perumahan pemukiman warga, lahan perkebunan pertanian, peternakan, hingga harta benda masyarakat yang hanyut atau tertimbun longsor.

Kepala BPBD Tolikara Feri Kogoya, SH, M.KP, mengatakan tim gabungan telah bekerja sejak hari pertama bencana untuk membuka akses terisolasi dan membantu warga.

Menurut Kepala BPBD Feri Kogoya, proses pemulihan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri karena kondisi geografis Tolikara yang berbukit dan rawan longsor.

Akses Jalan dan Jembatan Putus

KARUBAGA— Belum pulih dari duka kebakaran hebat yang melanda Kota Karubaga pada akhir Januari 2026, Kabupaten Tolikara kembali diguncang bencana. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan itu memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah distrik pada Jumat, (6/2) sekira pukul 06.00 WIT.

Rentetan bencana dalam waktu berdekatan ini memperberat beban masyarakat yang sebelumnya tengah berupaya bangkit dari musibah kebakaran.

Banjir dan longsor dilaporkan terjadi di Kampung Kolilan, Ampera, Elsadai, Molera, Gurikme, Kimibur, Kogimage, Losmen, Danggulurik, Kiranage, serta Yalikaluk di Distrik Karubaga.

Bencana juga meluas ke Kampung Magerakuk/Leragawi, Longgoboma, Kuburatiri, dan Bogone di Distrik Lianogoma; Kampung Kai dan Wiyager di Distrik Kai; Kampung Banggeri, Geyaneri, dan Milineri di Distrik Wenam; Kampung Timori di Distrik Geya; Distrik Tagineri; serta sejumlah distrik lainnya di wilayah Kabupaten Tolikara.

Baca Juga :  Bupati Nahor Kunjungi Distrik Apalapsili

Merespons situasi tersebut, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos, mengeluarkan Surat Pernyataan Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor Nomor 360/25/BUP/2026 tertanggal 7 Februari 2026. Sebelumnya, pemerintah daerah telah menetapkan status Siaga 1 menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah itu dalam beberapa pekan terakhir.

Bupati Willem Wandik bersama Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si, turun langsung ke lokasi terdampak didampingi seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolikara. Mereka meninjau kerusakan infrastruktur sekaligus menyerahkan bantuan darurat bagi warga terdampak.

Data sementara BPBD Tolikara mencatat sebanyak 827 Kepala Keluarga menjadi korban bencana, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca Juga :  Gara-Gara Corona, Pelantikan DPRD Mamberamo Raya Ditunda

Kerusakan meliputi akses transportasi darat, jembatan yang putus, prasarana kelistrikan milik PLN, perumahan pemukiman warga, lahan perkebunan pertanian, peternakan, hingga harta benda masyarakat yang hanyut atau tertimbun longsor.

Kepala BPBD Tolikara Feri Kogoya, SH, M.KP, mengatakan tim gabungan telah bekerja sejak hari pertama bencana untuk membuka akses terisolasi dan membantu warga.

Menurut Kepala BPBD Feri Kogoya, proses pemulihan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri karena kondisi geografis Tolikara yang berbukit dan rawan longsor.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya