Sunday, February 22, 2026
26.3 C
Jayapura

Pembelian BBM Secara Tidak Wajar, Dikeluhkan

WAMENA—Adanya oknum warga yang membeli BBM di setiap SPBU di Kota Wamena secara tidak wajar, dikeluhkan warga. Oknum warga ini sengaja antri BBM berulang-ulang, memodifikasi tangki pengisian sampai dengan mengisi pada gentong yang dimuat di belakang mobil.

Ironisnya perbuatan oknum ini dilakukan di tengah masyarakat yang sedang menganti BBM di SPBU, sehingga menjadi pertanyaan besar dari masyarakat, mengapa oknum ini diperbolehkan membeli BBM dengan tidak wajar.

Warga juga beramai -ramai memposting cara pembelian BBM yang berlebihan ini ke grup -gup whatsapp di Jayawijaya dan meminta kepada anggota DPRD dan pemerintah daerah segera mengambil langkah -langkah untuk menertibkan pembelian BBM secara berlebihan ini.

Baca Juga :  Tomas Jayawijaya Ajak Warga Dukung Pembangunan Papua Pegunungan

Salah seorang warga yang tidak ingin menyebutkan namanya kepada Cenderawasih Pos mengatkan, penertiban  pembelian BBM secara tidak wajar ini harus dilakukan pemerintah.

“Ini poertanyaan buat kita, mengapa mereka bisa membeli BBM dengan cara yang tidak normal seperti itu, kami sebagai masyarakat harap DPRD Jayawijaya dan pemerintah bisa melihat masalah ini dan oknum tersebut ditertibkan,”bebernya saat ditemui di Halaman SPBU Lasminingsih Wamena, kemarin.

Ia menyatakan, masalah ini bukanlah masalah yang baru, tapi ini masalah lama yang sudah sering kali terjadi, ketika ada petugas yang turun melakukan Sidak maka pengisian BBM berlangsung dengan normal, namun kalau tidak ada pengawasan maka kecurangan -kecurangan ini akan terus dilakukan.

Baca Juga :  Kerusakan Akibat Banjir dan Longsor di Welesi Mulai Diinventarisir Warga

“ tindakan seperti ini sangat merugikan masyarakat, kami ingin pemerintah melihat hal ini, jangan biarkan masyarakat terus -terusan menjadi korban,”kata salah seorang yang juga sedang mengantri BBM.

Ia juga menyatakan, tindakan untuk menimbun BBM ini akan membuat masyarakat kesulitan kedepannya, warga juga meminta kepada penyedia BBM Pertamina Papua agar menindaklanjuti masalah ini.(jo/tho)

WAMENA—Adanya oknum warga yang membeli BBM di setiap SPBU di Kota Wamena secara tidak wajar, dikeluhkan warga. Oknum warga ini sengaja antri BBM berulang-ulang, memodifikasi tangki pengisian sampai dengan mengisi pada gentong yang dimuat di belakang mobil.

Ironisnya perbuatan oknum ini dilakukan di tengah masyarakat yang sedang menganti BBM di SPBU, sehingga menjadi pertanyaan besar dari masyarakat, mengapa oknum ini diperbolehkan membeli BBM dengan tidak wajar.

Warga juga beramai -ramai memposting cara pembelian BBM yang berlebihan ini ke grup -gup whatsapp di Jayawijaya dan meminta kepada anggota DPRD dan pemerintah daerah segera mengambil langkah -langkah untuk menertibkan pembelian BBM secara berlebihan ini.

Baca Juga :  RPJMD Fokus Program Prioritas Yang Kolaboratif dan Efisien

Salah seorang warga yang tidak ingin menyebutkan namanya kepada Cenderawasih Pos mengatkan, penertiban  pembelian BBM secara tidak wajar ini harus dilakukan pemerintah.

“Ini poertanyaan buat kita, mengapa mereka bisa membeli BBM dengan cara yang tidak normal seperti itu, kami sebagai masyarakat harap DPRD Jayawijaya dan pemerintah bisa melihat masalah ini dan oknum tersebut ditertibkan,”bebernya saat ditemui di Halaman SPBU Lasminingsih Wamena, kemarin.

Ia menyatakan, masalah ini bukanlah masalah yang baru, tapi ini masalah lama yang sudah sering kali terjadi, ketika ada petugas yang turun melakukan Sidak maka pengisian BBM berlangsung dengan normal, namun kalau tidak ada pengawasan maka kecurangan -kecurangan ini akan terus dilakukan.

Baca Juga :  OJK Terus Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Papua

“ tindakan seperti ini sangat merugikan masyarakat, kami ingin pemerintah melihat hal ini, jangan biarkan masyarakat terus -terusan menjadi korban,”kata salah seorang yang juga sedang mengantri BBM.

Ia juga menyatakan, tindakan untuk menimbun BBM ini akan membuat masyarakat kesulitan kedepannya, warga juga meminta kepada penyedia BBM Pertamina Papua agar menindaklanjuti masalah ini.(jo/tho)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya