MERAUKE- Upaya pencarian terhadap 6 Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Laut yang karam pada 20 Januari lalu telah diperluas oleh Tim SAR Gabungan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Rudi saat ditemui di Kantornya mengungkapkan, pencarian terhadap 6 ABK yang dilaporkan hilang tenggelam tersebut dilanjutkan pada hari ketiga dengan memperluas jangkauan pencarian. ‘’Dengan melibatkan sekitar 30 personel, Tim SAR Gabungan hari ini, pencarian kita mulai tadi pagi sekira pukul 07.30 WIT,’’ kata Rudi, Jumat (23/1).
Tim SAR Gabungan, lanjutnya, menuju ke Selatan Tenggara mendekati lokasi kejadian. Pencarian tidak lagi dilakukan di titik tenggelamnya kapal tersebut dengan pertimbangan angin, arus dan gelombang. ‘’Diperkirakan penyebaran para korban ini mengarah ke daratan. Ini evaluasi dari kami bahwa korban akan mendekati ke daratan,’’ terangnya.
Rudi menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan konsulat RI yang ada di PNG, jika pemerintah setempat dalam hal ini Tim SAR setempat jika mengetahui, melihat atau mendengar adanya korban yang ditemukan untuk bisa segera menginformasikan.
Kendati masih sangat optimis para korban tersebut ditemukan, namun saat karena ini adalah arus laut dari arah barat ke Selatan sehingga kemungkinan para korban tersebut akan terdampar di pantai negara PNG.
‘’Kalau dilihat dari titik tenggelamnya kapal dengan arus laut saat ini dari barat ke arah selatan, maka kemungkinan besar para korban akan terdampar ke pantai di PNG. Tapi kita masih tetap optimis bisa menemukan para korban ini,’’ terangnya.
MERAUKE- Upaya pencarian terhadap 6 Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Laut yang karam pada 20 Januari lalu telah diperluas oleh Tim SAR Gabungan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Rudi saat ditemui di Kantornya mengungkapkan, pencarian terhadap 6 ABK yang dilaporkan hilang tenggelam tersebut dilanjutkan pada hari ketiga dengan memperluas jangkauan pencarian. ‘’Dengan melibatkan sekitar 30 personel, Tim SAR Gabungan hari ini, pencarian kita mulai tadi pagi sekira pukul 07.30 WIT,’’ kata Rudi, Jumat (23/1).
Tim SAR Gabungan, lanjutnya, menuju ke Selatan Tenggara mendekati lokasi kejadian. Pencarian tidak lagi dilakukan di titik tenggelamnya kapal tersebut dengan pertimbangan angin, arus dan gelombang. ‘’Diperkirakan penyebaran para korban ini mengarah ke daratan. Ini evaluasi dari kami bahwa korban akan mendekati ke daratan,’’ terangnya.
Rudi menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan konsulat RI yang ada di PNG, jika pemerintah setempat dalam hal ini Tim SAR setempat jika mengetahui, melihat atau mendengar adanya korban yang ditemukan untuk bisa segera menginformasikan.
Kendati masih sangat optimis para korban tersebut ditemukan, namun saat karena ini adalah arus laut dari arah barat ke Selatan sehingga kemungkinan para korban tersebut akan terdampar di pantai negara PNG.
‘’Kalau dilihat dari titik tenggelamnya kapal dengan arus laut saat ini dari barat ke arah selatan, maka kemungkinan besar para korban akan terdampar ke pantai di PNG. Tapi kita masih tetap optimis bisa menemukan para korban ini,’’ terangnya.