MERAUKE-Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke mengirim sampel virus Covid dari sejumlah pasien ke Jakarta, untuk dilakukan uji kemungkinan varian baru Covid bernama Delta asal India juga sudah masuk ke Merauke.
“Kita tidak berharap varian baru Covid-19 bernama Delta dari India tersebut masuk ke Merauke. Tapi, untuk memastikan itu kita sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke untuk mengirim sampel tersebut ke Jakarta,’’ kata Sekretaris Daerah Kabuoaten Merauke Ruslan Ramli, SE, M.Si kepada wartawan, kemarin.
“Sekali lagi kita berdoa dan berharap jangan sampai virus Delta dari India yang orang sebutkan itu yang masuk ke Merauke. Mudah-mudahan bukan. Makanya saya sampaikan ke Kepala Dinas Kesehatan, tolong dipastikan agar kita bisa antisipasi,” lanjutnya.
Sekda menjelaskan bahwa Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT konsen memantau peningkatan kasus Covid di Merauke dimana peningkatan itu karena adanya pelaku perjalanan dari luar luar. “Inilah, kita tidak berharap begini kalau tidak disiplin. Karena Covid ini tidak mengenal strata. Siapapun dia. Dan juga ada beberapa tamu yang tidak perlu saya sebutkan. Itu juga membuat penambahan,” terangnya.
Sekda Ruslan Ramli menyebutkan bahwa di RSUD Merauke trendnya penuh, sehingga Pemkab Merauke Kembali menyiapkan tempat penampungan. “Ada hotel khusus untuk penampungan dan kita sdah koordinasi. Kalua memang misalnya rumah sakit tidak mampu maka sebentar akan dipanggil kebijakannya seperti apa. Karena dulu, rumah difokuskan untuk tangani Covid. Tapi beberapa bulan ini, mulai Mei sudah tangani pasien umum. Nah, apakah nanti kita kembalikan seperti dulu tergantung kebijakan sebentar. Tentunya pertimbangan tehnis dari tenaga media,” jelasnya.
Ditanya lebih lanjut apakah ada pelaku perjalanan yang hasil rapid antigennya palsu, Sekda Ruslan Ramli mengaku tidak tahu hal tersebut. Namun yang jelas, yang banyak terkonfirmasi Covid tersebut adalah pelaku perjalanan. “Ada juga tamu dari Jakarta kemarin. Kalau dibilang palsu saya tidak berani menilai. Karena otoritasnya ada di pihak yang memberikan surat rapid test tersebut,” terangnya.
Sekda Ruslan Ramli mengaku bahwa dirinya juga beberapa hari lalu baru balik dari Jakarta dan syukur sampai sekarang masih aman. Itu karena dirinya, kata Sekda Ruslan Ramli, sepanjang perjalanan dirinya tidak pernah buka masker. “Jadi selama saya di pesawat saya tidak makan atau minum. Lebih baik kita menahan haus dan lapar, ketimbang harus buka masker. Karena kita tidak tahu di pesawat itu ada yang positif atau tidak,” pungkasnya. (ulo/tri)