Saturday, January 10, 2026
31.4 C
Jayapura

Sekolah-Sekolah di Bade-Mappi , Sulit Terapkan Merdeka Belajar

MAPPI– Sekolah-Sekolah yang ada di Bade, ibukota Distrik Edera, Kabupaten Mappi masih sulit untuk menerapkan kurikulum merdeka belajar karena alasan internet.

Kepala SD YPPK Johanes Don Bosco Mathias Matratan, S.Pd, ditemui media ini di sekolahnya mengaku bahwa sampai sekarang pihaknya sykit untuk menerapkan sistem belajar merdeka dikarenakan masalah internet.   

“Kita terkendala di jaringan internet. Padahal sekarang ini hampir semuanya diakses dengan menggunakan internet. Kami mau Dapodik saja, harus ke Distrik pemekaran, karena di sana ada XL atau kamu harus membeli voucer wifi. Atau anal-anak kami mau UNBK terpaksa kami nebeng di sekolah lain diluar Distrik Edera,”kata Mathias.

Baca Juga :  Mengabdi Tak Kenal Waktu, Tapi Hanya Digaji Rp 200 Ribu

    Pemkab Mappi melalui Dinas Kominfo Kabupaten Mappi telah memberikan bantuan 15 unit laptop, namun pihak sekolah kata Mathias Mathias Matratan, belum bisa menggunakan karena masalah internet tersebut.

“Itu masih ada menumpuk, ” katanya sambil menunjuk barang yang dimaksud di salah satu sudut ruangan kerjanya.

     Sebagai sekolah pertama yang hadir di Bade sejak tahun 1937 melalui Keuskupan Agung Merauke, kata Mathias Matratan, sejogjanya sekolah yang dipimpinnya tersebut bisa mendapatkan bantuan Wifi, karena bicara lulusan sudah banyak alumni yang menjadi pejabat.

“Kami berharap pemerintah memperhatikan masalah internet ini karena sekarang ini hampir semuanya diakses dengan internet,” pintanya.

Hal yang sama disampaikan pihak SD Negeri I Bade yang mengaku masih mengalami kesulitan dalam menyediakan internet untuk sekolah.(ulo)

Baca Juga :  Tiga Personel Polisi Kena Lemparan Batu

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

MAPPI– Sekolah-Sekolah yang ada di Bade, ibukota Distrik Edera, Kabupaten Mappi masih sulit untuk menerapkan kurikulum merdeka belajar karena alasan internet.

Kepala SD YPPK Johanes Don Bosco Mathias Matratan, S.Pd, ditemui media ini di sekolahnya mengaku bahwa sampai sekarang pihaknya sykit untuk menerapkan sistem belajar merdeka dikarenakan masalah internet.   

“Kita terkendala di jaringan internet. Padahal sekarang ini hampir semuanya diakses dengan menggunakan internet. Kami mau Dapodik saja, harus ke Distrik pemekaran, karena di sana ada XL atau kamu harus membeli voucer wifi. Atau anal-anak kami mau UNBK terpaksa kami nebeng di sekolah lain diluar Distrik Edera,”kata Mathias.

Baca Juga :  Sudah 100 Persen Nakes Ikuti Vaksin Pertama 

    Pemkab Mappi melalui Dinas Kominfo Kabupaten Mappi telah memberikan bantuan 15 unit laptop, namun pihak sekolah kata Mathias Mathias Matratan, belum bisa menggunakan karena masalah internet tersebut.

“Itu masih ada menumpuk, ” katanya sambil menunjuk barang yang dimaksud di salah satu sudut ruangan kerjanya.

     Sebagai sekolah pertama yang hadir di Bade sejak tahun 1937 melalui Keuskupan Agung Merauke, kata Mathias Matratan, sejogjanya sekolah yang dipimpinnya tersebut bisa mendapatkan bantuan Wifi, karena bicara lulusan sudah banyak alumni yang menjadi pejabat.

“Kami berharap pemerintah memperhatikan masalah internet ini karena sekarang ini hampir semuanya diakses dengan internet,” pintanya.

Hal yang sama disampaikan pihak SD Negeri I Bade yang mengaku masih mengalami kesulitan dalam menyediakan internet untuk sekolah.(ulo)

Baca Juga :  YPPK Komitmen Tingkatkan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya