MERAUKE- Guna menghindari adanya ‘permainan mata’ Kepala Lembaga Permasyarakatan Klas IIB Merauke yang baru Hendrik menegaskan bahwa tidak ada lagi pengeluaran warga binaan Lapas Merauke yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
‘’Sesuai dengan surat edaran dari Menteri Imigrasi dan Kemasyarakatan, kita jaga masalah pengeluaran-pengeluaran warga binaan. Pengeluaran warga binaan harus sesuai dengan SOP yang ada, yang diawali dengan sidang TPP dan semuanya harus ada penjamin. Pengeluaran apapun harus sesuai dengan SOP yang ada,’’ tandas Hendrik saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/5).
Dikatakan, tidak ada lagi pengeluaran warga binaan yang tidak sesuai dengan SOP. Jika ada oknum yang mengeluarkan seorang warga binaan tidak sesuai dengan SOP maka akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan aturan yang ada.
Hendrik yang belum satu bulan bertugas di Merauke tersebut mengaku dirinya menekankan kepada warga binaan untuk menjaga keamanan dan ketertiban secara bersama. Sebab, denga naman dan tertib maka tugas dan pelayanan akan tercapai dengan baik. Termasuk pembinaan kepada warga binaan.
‘’Saya juga mengutamaan ke pembinaan untuk integrasi warga binaan yang ada di dalam. Termasuk bebas bersyarat, dan cuti bersyaratan. Itu benar-benar saya akan awasi dengan ketat. Untuk bebas bersyarat, cuti bersyarat dan remisi tidak ada biaya apapun,’’ tandasnya.
Dikatakan, dirinya denmgan Kepala Bapas Merauke telah menjalin komunikasi dan koordinasi untuk minimal setiap bulannya melakukan pertemuan dengan wargaan binaan untuk menggali permasalahan-permasalahan apa saja yang dihadapi selama ini misalnya dalam hal pengusulan.
MERAUKE- Guna menghindari adanya ‘permainan mata’ Kepala Lembaga Permasyarakatan Klas IIB Merauke yang baru Hendrik menegaskan bahwa tidak ada lagi pengeluaran warga binaan Lapas Merauke yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
‘’Sesuai dengan surat edaran dari Menteri Imigrasi dan Kemasyarakatan, kita jaga masalah pengeluaran-pengeluaran warga binaan. Pengeluaran warga binaan harus sesuai dengan SOP yang ada, yang diawali dengan sidang TPP dan semuanya harus ada penjamin. Pengeluaran apapun harus sesuai dengan SOP yang ada,’’ tandas Hendrik saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/5).
Dikatakan, tidak ada lagi pengeluaran warga binaan yang tidak sesuai dengan SOP. Jika ada oknum yang mengeluarkan seorang warga binaan tidak sesuai dengan SOP maka akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan aturan yang ada.
Hendrik yang belum satu bulan bertugas di Merauke tersebut mengaku dirinya menekankan kepada warga binaan untuk menjaga keamanan dan ketertiban secara bersama. Sebab, denga naman dan tertib maka tugas dan pelayanan akan tercapai dengan baik. Termasuk pembinaan kepada warga binaan.
‘’Saya juga mengutamaan ke pembinaan untuk integrasi warga binaan yang ada di dalam. Termasuk bebas bersyarat, dan cuti bersyaratan. Itu benar-benar saya akan awasi dengan ketat. Untuk bebas bersyarat, cuti bersyarat dan remisi tidak ada biaya apapun,’’ tandasnya.
Dikatakan, dirinya denmgan Kepala Bapas Merauke telah menjalin komunikasi dan koordinasi untuk minimal setiap bulannya melakukan pertemuan dengan wargaan binaan untuk menggali permasalahan-permasalahan apa saja yang dihadapi selama ini misalnya dalam hal pengusulan.