MERAUKE– Air pasang disertai dengan ombak yang tinggi menyebabkan sejumlah bangunan di sepanjang Pantai Lampu Satu, Kelurahan Samkai Merauke rusak. Warga yang tinggal di bibir pantai Lampu Satu Merauke tersebut juga diliputi rasa kewaspadaan yang tinggi. Apalagi, jika air pasang itu disertai dengan kecepatan angin yang tinggi.
Dari pantauan media ini, jumlah gazebo yang rusak bertambah. Jika gazebo yang rusak tersebut baru 1 titik, namun pada Sabtu pagi juga menimpah gazebo di titik lainnya. Begitu juga perahu yang rusak bertambah. Jika pada Jumat baru satu perahu yang hancur karena dihantam ombak, pada Sabtu bertambah menjadi 2 perahu. Beberapa rumah warga di bibir pantai Lampu Satu tersebut terancam tergerus abrasi pantai.
Ketua LMA Buti Alexander Basik-Basik, merupakan salah satu warga yang rumahnya roboh akibat abrasi dan dihantam ombak air pasang.
Saat menatap rumahnya dari batu yang sebagian besar sudah roboh itu, Alexander mengaku tidak lagi menempati rumah ini beberapa tahun belakangan karena sebagian retak akibat pondasi tergerus ambrasi air pasang. ‘’Tapi, air pasang yang terjadi saat ini membuat rumah ini betul-betul hancur,’’ kata pensiunan PNS yang juga atlet atletik nasional tersebut.
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan, Kabupaten Merauke khususnya pantaiu lampu satu tersebut akan didorong sebagai tempat destinasi wisata.
‘’Tapi dengan kondisi alam yang terjadi saat ini, pasti ada gazebo yang rusak dan pasti kita akan perbaiki lagi. Program itu harus berjalan karena dokumen perencanaannya sudah ada. Pasti kita berjalan terus. Kalau kondisi alam tidak bisa ditebak, diluar kendali kita. Tapi kita inginkan bahwa program itu akan tetap berjalan,’’ tambahnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
MERAUKE– Air pasang disertai dengan ombak yang tinggi menyebabkan sejumlah bangunan di sepanjang Pantai Lampu Satu, Kelurahan Samkai Merauke rusak. Warga yang tinggal di bibir pantai Lampu Satu Merauke tersebut juga diliputi rasa kewaspadaan yang tinggi. Apalagi, jika air pasang itu disertai dengan kecepatan angin yang tinggi.
Dari pantauan media ini, jumlah gazebo yang rusak bertambah. Jika gazebo yang rusak tersebut baru 1 titik, namun pada Sabtu pagi juga menimpah gazebo di titik lainnya. Begitu juga perahu yang rusak bertambah. Jika pada Jumat baru satu perahu yang hancur karena dihantam ombak, pada Sabtu bertambah menjadi 2 perahu. Beberapa rumah warga di bibir pantai Lampu Satu tersebut terancam tergerus abrasi pantai.
Ketua LMA Buti Alexander Basik-Basik, merupakan salah satu warga yang rumahnya roboh akibat abrasi dan dihantam ombak air pasang.
Saat menatap rumahnya dari batu yang sebagian besar sudah roboh itu, Alexander mengaku tidak lagi menempati rumah ini beberapa tahun belakangan karena sebagian retak akibat pondasi tergerus ambrasi air pasang. ‘’Tapi, air pasang yang terjadi saat ini membuat rumah ini betul-betul hancur,’’ kata pensiunan PNS yang juga atlet atletik nasional tersebut.
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan, Kabupaten Merauke khususnya pantaiu lampu satu tersebut akan didorong sebagai tempat destinasi wisata.
‘’Tapi dengan kondisi alam yang terjadi saat ini, pasti ada gazebo yang rusak dan pasti kita akan perbaiki lagi. Program itu harus berjalan karena dokumen perencanaannya sudah ada. Pasti kita berjalan terus. Kalau kondisi alam tidak bisa ditebak, diluar kendali kita. Tapi kita inginkan bahwa program itu akan tetap berjalan,’’ tambahnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos