Puluhan Anak di Kimaam Terserang Diare

MERAUKE – Lebih dari 20 warga di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, dilaporkan terserang diare dan muntaber. Sebagian besar pasien merupakan anak-anak dan balita.

Menyikapi laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke meminta Dinas Kesehatan segera melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab kasus tersebut sekaligus memastikan penanganan terhadap warga yang terdampak.

Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah mengatakan, laporan mengenai kasus diare tersebut diterima pemerintah daerah dari Kepala Distrik Kimaam pada Selasa (6/10) malam.

“Semalam masyarakat sampaikan, Pak Distriknya. Kita memang baru minta dari kesehatan untuk mengecek betul apa yang menjadi penyebabnya,” kata Fauzun Nihayah kepada wartawan di Merauke, Rabu (7/10).

Menurut Fauzun, pihaknya juga menerima informasi mengenai persoalan ketersediaan air dan sanitasi di wilayah Kimaam. Namun, pemerintah belum dapat memastikan apakah kondisi tersebut menjadi penyebab munculnya kasus diare.

Baca Juga :  Kepergok Bawa Ganja, Dua Pelajar di Boven Digoel Ditangkap

“Kami juga mendapat informasi berkaitan dengan persoalan air di sana, terkait sanitasi. Tapi kami sudah minta dinas untuk mengecek penyebab pastinya, dan segera melakukan penanganan dan pencegahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Dinas Kesehatan juga diminta berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan di Kimaam untuk memastikan kondisi para pasien, termasuk ketersediaan obat-obatan.

“Kita baru mau koordinasi dengan Dinas Kesehatan juga untuk memastikan ketersediaan obat di sana, termasuk penanganan dan pencegahannya,” katanya.

Fauzun menyebut persoalan air bersih memang menjadi perhatian pemerintah karena tidak hanya terjadi di Kimaam, tetapi juga di sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Merauke.

“Kalau air ini kan memang hampir semua, tidak hanya di pulau saja. Kita ini juga sama. Ini menjadi perhatian kita bersama kalau soal air,” tuturnya.

Baca Juga :  Ratusan Personel dan Bhayangkari Polres Ikuti Vaksinasi

MERAUKE – Lebih dari 20 warga di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, dilaporkan terserang diare dan muntaber. Sebagian besar pasien merupakan anak-anak dan balita.

Menyikapi laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke meminta Dinas Kesehatan segera melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab kasus tersebut sekaligus memastikan penanganan terhadap warga yang terdampak.

Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah mengatakan, laporan mengenai kasus diare tersebut diterima pemerintah daerah dari Kepala Distrik Kimaam pada Selasa (6/10) malam.

“Semalam masyarakat sampaikan, Pak Distriknya. Kita memang baru minta dari kesehatan untuk mengecek betul apa yang menjadi penyebabnya,” kata Fauzun Nihayah kepada wartawan di Merauke, Rabu (7/10).

Menurut Fauzun, pihaknya juga menerima informasi mengenai persoalan ketersediaan air dan sanitasi di wilayah Kimaam. Namun, pemerintah belum dapat memastikan apakah kondisi tersebut menjadi penyebab munculnya kasus diare.

Baca Juga :  Ratusan Personel dan Bhayangkari Polres Ikuti Vaksinasi

“Kami juga mendapat informasi berkaitan dengan persoalan air di sana, terkait sanitasi. Tapi kami sudah minta dinas untuk mengecek penyebab pastinya, dan segera melakukan penanganan dan pencegahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Dinas Kesehatan juga diminta berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan di Kimaam untuk memastikan kondisi para pasien, termasuk ketersediaan obat-obatan.

“Kita baru mau koordinasi dengan Dinas Kesehatan juga untuk memastikan ketersediaan obat di sana, termasuk penanganan dan pencegahannya,” katanya.

Fauzun menyebut persoalan air bersih memang menjadi perhatian pemerintah karena tidak hanya terjadi di Kimaam, tetapi juga di sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Merauke.

“Kalau air ini kan memang hampir semua, tidak hanya di pulau saja. Kita ini juga sama. Ini menjadi perhatian kita bersama kalau soal air,” tuturnya.

Baca Juga :  Kepergok Bawa Ganja, Dua Pelajar di Boven Digoel Ditangkap

Berita Terbaru

Artikel Lainnya