Wednesday, May 29, 2024
24.7 C
Jayapura

Mengenang Wafat Yesus di Kayu Salib, Gelar Jalan Salib Hidup 

MERAUKE– Dalam rangka mengenang sengsara, dan wafat  Tuhan Yesus di Kayu Salib  2000 tahun lalu, Orang Muda Katolik  (OMK) Santo Mikhael Kudamati Merauke menggelar Jalan Salib Hidup, pada perayaan Jumat Agung, Jumat (29/03/2024). Jalan Salib Hidup ini dimulai dari Jalan Muyu Kecil,  Jalan Kudamati Merauke menuju Gereja Katolik Santo Mikhael Kudamati  Merauke.   

Kisah sengsara Tuhan Yesus ini dimulai dari penangkapan Yesus kemudian dihadapkan  kepada Pilatus dan Raja Herodes yang memerintah saat itu. Meski tidak ditemukan kesalahan pada Yesus, namun  para ahli taurat dan Yahudi saat itu ingin Yesus tetap dijatuhi hukuman mati dengan cara disalib. Kemudian Yesus dibawa ke Golgota.  Bersama 2 penyamun, Tuhan Yesus disalibkan.   

Baca Juga :  Tahun Ini, Bulog Target Serap Panen Petani 16.000 Ton

Umat Katolik Paroki Santo Mikhael Kudamati Merauke yang mengikuti Jalan Salib Hidup yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIT itu mengikuti dengan antusias dan hikmat.  Jalan salib hidup ini berlangsung sekitar  1 jam dilanjutkan dengan perayaan Jumat Agung dipimpin langsung Pastor Paroki  Santo Mikhael Kudamati Dalmasius Tio Refwutu, Pr.

Dalam kotbah singkatnya, Pastor Tio, panggilan akrabnya mengajak Umat Katolik Santo Mikhael Kudamati untuk merenungkan sengsara, wafat Yesus Kristus di Kayu Salib tersebut. Karena Yesus yang tidak  bersalah harus menanggung sengsara sampai wafat di Kayu Salib. ‘’Itu karena dosa-doiisa kitalah yang ditanggung dan tebusnya lewat darahNya yang tertumpah di kayu salib,’’ ungkap Pastor Tio.

Baca Juga :  Pedagang Buah di Depan Pasar Wamanggu, Ditertibkan   

   Selain  Jumat Agung tersebut, Umat Katolik Paroki Santo Mikhael Kudamati Merauke juga merayakan Kamis Putih. Pada Kamis Putih ini, ada 2 momen penting yang dilakukan oleh Yesus Kristus sebelum menjalani  masa sengsaraNya tersebut.

Momen penting pertama, Yesus mengadakan perayaan ekaristi atau perjamuan kudus bersama dengan para murid-muridNya. Dan momen penting kedua adalah membasuh kaki para muridNya.  Membasuh kaki  murid-muridNya, dimana  Yesus  memberi teladan untuk saling melayani. Karena Yesus datang ke dunia bukan  untuk dilayani tapi untuk melayani.  (ulo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

MERAUKE– Dalam rangka mengenang sengsara, dan wafat  Tuhan Yesus di Kayu Salib  2000 tahun lalu, Orang Muda Katolik  (OMK) Santo Mikhael Kudamati Merauke menggelar Jalan Salib Hidup, pada perayaan Jumat Agung, Jumat (29/03/2024). Jalan Salib Hidup ini dimulai dari Jalan Muyu Kecil,  Jalan Kudamati Merauke menuju Gereja Katolik Santo Mikhael Kudamati  Merauke.   

Kisah sengsara Tuhan Yesus ini dimulai dari penangkapan Yesus kemudian dihadapkan  kepada Pilatus dan Raja Herodes yang memerintah saat itu. Meski tidak ditemukan kesalahan pada Yesus, namun  para ahli taurat dan Yahudi saat itu ingin Yesus tetap dijatuhi hukuman mati dengan cara disalib. Kemudian Yesus dibawa ke Golgota.  Bersama 2 penyamun, Tuhan Yesus disalibkan.   

Baca Juga :  Terharu, Ini yang Dilakukan  Satgas Bagi Warga Pedalaman Papua Selatan

Umat Katolik Paroki Santo Mikhael Kudamati Merauke yang mengikuti Jalan Salib Hidup yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIT itu mengikuti dengan antusias dan hikmat.  Jalan salib hidup ini berlangsung sekitar  1 jam dilanjutkan dengan perayaan Jumat Agung dipimpin langsung Pastor Paroki  Santo Mikhael Kudamati Dalmasius Tio Refwutu, Pr.

Dalam kotbah singkatnya, Pastor Tio, panggilan akrabnya mengajak Umat Katolik Santo Mikhael Kudamati untuk merenungkan sengsara, wafat Yesus Kristus di Kayu Salib tersebut. Karena Yesus yang tidak  bersalah harus menanggung sengsara sampai wafat di Kayu Salib. ‘’Itu karena dosa-doiisa kitalah yang ditanggung dan tebusnya lewat darahNya yang tertumpah di kayu salib,’’ ungkap Pastor Tio.

Baca Juga :  Sering Dibuli , Seorang Siswi di Agats Nekat Lompat ke Sungai 

   Selain  Jumat Agung tersebut, Umat Katolik Paroki Santo Mikhael Kudamati Merauke juga merayakan Kamis Putih. Pada Kamis Putih ini, ada 2 momen penting yang dilakukan oleh Yesus Kristus sebelum menjalani  masa sengsaraNya tersebut.

Momen penting pertama, Yesus mengadakan perayaan ekaristi atau perjamuan kudus bersama dengan para murid-muridNya. Dan momen penting kedua adalah membasuh kaki para muridNya.  Membasuh kaki  murid-muridNya, dimana  Yesus  memberi teladan untuk saling melayani. Karena Yesus datang ke dunia bukan  untuk dilayani tapi untuk melayani.  (ulo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya