Ekspedisi Patriot Siap Bangun Potensi Lokal di Kawasan Transmigrasi Keerom

ā€œPemkab Keerom berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah pusat, khususnya dalam pembangunan kawasan transmigrasi yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,ā€ ujarnya.

ā€œKami percaya bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan kerja sama, sinergi, dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami mengajak seluruh perangkat daerah, pemangku kepentingan dan masyarakat Kabupaten Keerom untuk memberikan dukungan penuh kepada tim Ekspedisi Patriot Undip agar rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses,ā€ pungkasnya.

Kemudian PIC Tim Ekspedisi Patriot Undip, Prof. Dr. Ing. Wiwindari Handayani, ST., MT., MPS., mengatakan bahwa mereka akan berada di Kabupaten Keerom selama 4 bulan dengan jumlah 120 anggota yang dibagi dalam 20 tim.

Baca Juga :  Pemkab Jayapura Tegaskan Komitmen Jaga Keselamatan Penerbangan

ā€œProgram ini memang tim Undip, tetapi yang dari Undip-nya ada 79 orang dan 21 orangnya dari berbagai universitas di Indonesia. Namun, ketua timnya yang 20 orang itu semua dari berbagai fakultas dari Undip juga,ā€ ungkapnya.

Wiwindari memastikan bahwa ini mereka tak lagi melakukan kajian dan penelitian, tapi bagaimana mengembangkan program tahun lalu dengan menguji kelayakan, efektivitas, dan potensi masalah suatu program sebelum diterapkan secara luas.

ā€œKegiatan yang lebih konkret terkait dengan beberapa hal. Misalnya infrastruktur, pengairan dan kebun pertanian, kemudian eh pendidikan, kesehatan, gizi, penanganan kebencanaan,ā€ ujarnya.

Ia berharap selama 4 bulan mereka tidak hanya memberikan pelatihan, tapi juga mendorong pengembangan potensi daerah. Misalnya pengembangan pemasaran produk pertanian, peningkatan produktivitas pertanian dan sektor lainnya.

Baca Juga :  Bupati Keerom Ancam Sanksi Tegas ASN Terlibat Pelanggaran Disiplin

Ia juga memastikan bahwa 120 personil ini tidak hanya berfokus di Distrik Senggi dan Yaffi namun di seluruh daerah transmigrasi di Kabupaten Keerom.

ā€œSebenarnya kalau untuk intervensi itu bisa jadi di seluruh kawasan transmigrasi, ini hanya penempatannya di dua distrik,ā€ ucapnya.

ā€œPemkab Keerom berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah pusat, khususnya dalam pembangunan kawasan transmigrasi yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,ā€ ujarnya.

ā€œKami percaya bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan kerja sama, sinergi, dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami mengajak seluruh perangkat daerah, pemangku kepentingan dan masyarakat Kabupaten Keerom untuk memberikan dukungan penuh kepada tim Ekspedisi Patriot Undip agar rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses,ā€ pungkasnya.

Kemudian PIC Tim Ekspedisi Patriot Undip, Prof. Dr. Ing. Wiwindari Handayani, ST., MT., MPS., mengatakan bahwa mereka akan berada di Kabupaten Keerom selama 4 bulan dengan jumlah 120 anggota yang dibagi dalam 20 tim.

Baca Juga :  Mobil Dinas yang Dipakai Tak Sesuai Peruntukan Bakal Ditindak Tegas

ā€œProgram ini memang tim Undip, tetapi yang dari Undip-nya ada 79 orang dan 21 orangnya dari berbagai universitas di Indonesia. Namun, ketua timnya yang 20 orang itu semua dari berbagai fakultas dari Undip juga,ā€ ungkapnya.

Wiwindari memastikan bahwa ini mereka tak lagi melakukan kajian dan penelitian, tapi bagaimana mengembangkan program tahun lalu dengan menguji kelayakan, efektivitas, dan potensi masalah suatu program sebelum diterapkan secara luas.

ā€œKegiatan yang lebih konkret terkait dengan beberapa hal. Misalnya infrastruktur, pengairan dan kebun pertanian, kemudian eh pendidikan, kesehatan, gizi, penanganan kebencanaan,ā€ ujarnya.

Ia berharap selama 4 bulan mereka tidak hanya memberikan pelatihan, tapi juga mendorong pengembangan potensi daerah. Misalnya pengembangan pemasaran produk pertanian, peningkatan produktivitas pertanian dan sektor lainnya.

Baca Juga :  Sudah 6 Positif Corona, Warga Keerom Diminta Taat Aturan

Ia juga memastikan bahwa 120 personil ini tidak hanya berfokus di Distrik Senggi dan Yaffi namun di seluruh daerah transmigrasi di Kabupaten Keerom.

ā€œSebenarnya kalau untuk intervensi itu bisa jadi di seluruh kawasan transmigrasi, ini hanya penempatannya di dua distrik,ā€ ucapnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya