Jadi Daerah Rawan, Program Mitigasi Bencana Perlu Dilakukan

BIAK-Sejarah pilu terkait Bencana Tsunami dan Gempa Bumi hebat pernah terjadi di Biak. Tentunya bencana ini sangat rawan memakan korban jiwa yang besar. Berbagai program Mitigasi Bencana pun dilakukan, agar masyarakat tanggap terhadap bencana yang tidak dapat diprediksi ini.

Dr. Weniza, M.Sc, selaku Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Pusat mengatakan koordinasi dan kolaborasi bersama dalam kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami perlu dilakukan, diperkanalkan disosialisasikan kepada seluruh elemen lapisan masyarakat.

Seperti halnya di Biak, BMKG Pusat bersama BMKG Wilayah V Jayapura bersama BMKG Biak dan BPBD Biak Numfor melakukan pembekalan Mitigasi Bencana melalui kegiatan Sekolah Lapang, yang melibatkan sekitar 60 peserta terdiri dari sejumlah elemen masyarakat.

Baca Juga :  4,51 Ton  Ikan Tuna Segar Kembali Diekspor ke Jepang

“Terimakasih luar biasa atas partisipasi yang sangat aktiv dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat di Kabupaten Biak Numfor. Kita ingin membangun koordinasi dan kolaborasi bersama dalam kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami, yang tentunya kita duduk bersama membangun kesiapan tim siaga dan membahas standar operasional yang harus dilakukan, dan menyiapkan apa yang harus dilakukan oleh masyarakat, ketika bencana datang atau potensi yang terjadi,” ungkap Dr Weniza.

Diakui, secara historis Bencana Tsunami pernah terjadi di tahun 1996 oleh karenanya sejarah itu membuktikan ada patahan aktif di Biak dan rawan bencana gempa dan Tsunami. Karena memang tidak hanya di Indonesia tapi juga diseluruh negara belum mampu memprediksi bencana, tapi peringatan dini sudah diupayakan dan juga edukasi terkait mitigasi bencana.

Baca Juga :  Lakalantas di Pertigaan Jalan Pramuka, Pengendara dan Penumpang Luka Serius 

BIAK-Sejarah pilu terkait Bencana Tsunami dan Gempa Bumi hebat pernah terjadi di Biak. Tentunya bencana ini sangat rawan memakan korban jiwa yang besar. Berbagai program Mitigasi Bencana pun dilakukan, agar masyarakat tanggap terhadap bencana yang tidak dapat diprediksi ini.

Dr. Weniza, M.Sc, selaku Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Pusat mengatakan koordinasi dan kolaborasi bersama dalam kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami perlu dilakukan, diperkanalkan disosialisasikan kepada seluruh elemen lapisan masyarakat.

Seperti halnya di Biak, BMKG Pusat bersama BMKG Wilayah V Jayapura bersama BMKG Biak dan BPBD Biak Numfor melakukan pembekalan Mitigasi Bencana melalui kegiatan Sekolah Lapang, yang melibatkan sekitar 60 peserta terdiri dari sejumlah elemen masyarakat.

Baca Juga :  Optimalisasi Pemungutan Pajak, Pemkab Biak Gandeng DJP dan DJPK

“Terimakasih luar biasa atas partisipasi yang sangat aktiv dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat di Kabupaten Biak Numfor. Kita ingin membangun koordinasi dan kolaborasi bersama dalam kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami, yang tentunya kita duduk bersama membangun kesiapan tim siaga dan membahas standar operasional yang harus dilakukan, dan menyiapkan apa yang harus dilakukan oleh masyarakat, ketika bencana datang atau potensi yang terjadi,” ungkap Dr Weniza.

Diakui, secara historis Bencana Tsunami pernah terjadi di tahun 1996 oleh karenanya sejarah itu membuktikan ada patahan aktif di Biak dan rawan bencana gempa dan Tsunami. Karena memang tidak hanya di Indonesia tapi juga diseluruh negara belum mampu memprediksi bencana, tapi peringatan dini sudah diupayakan dan juga edukasi terkait mitigasi bencana.

Baca Juga :  BMKG: Tak Perlu Panik, Tapi Masyarakat Tetap Siaga

Berita Terbaru

Artikel Lainnya