24.7 C
Jayapura
Sunday, September 24, 2023

Sambut STC 2023 Taman Burung dan Anggrek Akan Dipercantik

BIAK – UPTD. Taman Burung dan Anggrek ( TBTA ) Provinsi Papua yang ada di Kabupaten Biak Numfor dalam waktu dekat akan di tata, di percantik atau di perindah guna menerima kunjungan wisawatan mancanegara dan local yang akan berkunjung nanti.   

Plt. Kepala UPTD Taman Burung dan Anggrek ( TBTA ) Provinsi Papua, Mercy C. Mual, S.Hut mengatakan, penataan Taman Burung dan Anggrek dilakukan dengan maksud agar Taman Burung dan Anggrek tetap terlihat bersih dan rapi serta menarik perhatian  dan simpati masyarakat untuk tetap berkunjung ke tiap saat.

Penataan Taman Burung dan Anggrek menurut Mercy C. Mual dilakukan juga untuk mempersiapkan diri mengikuti pelaksanaan ivent nasional Sail Teluk Cenderawasih ( STC ) pada November 2023 mendatang dan juga menyambut tamu-tamu yang akan berkunjung ke Taman Burung dan Anggrek karena datang mengikuti ivent STC 2023 tersebut.

Baca Juga :  Bawaslu Biak Gelar Kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Jajaran Tingkat Bawah

“Pada saat ivent Sail Teluk Cenderawasih digelar nanti banyak orang akan berkunjung dan berdatangan ke Biak dan menjadikan Taman Burung dan Anggrek sebagai salah satu sasaran wisata pada saat berada di Biak.

Jadi kita akan percantik areal taman agar menarikan perhatian dan simpati mereka untuk berkunjung ke Taman Burung dan Taman Anggrek,”ujar Mercy C. Mual kepada Cenderawasih Pos Sabtu,(9/9)

Asumsi public selama ini menyebut Taman Burung dan Anggrek sebagai tempat wisata tidaklah salah kata Mercy C. Mual karena dampak dari tujuan pembangunan taman burung dan anggrek konservasi, penelitian dan pendidikan adalah wisata maka tidaklah salah bila disebut juga sebagai salah satu obyek wisata.

Baca Juga :  Dinas PKP Rutin Programkan Rumah Layak Huni

Meski demikian kata Mercy hingga kini pihaknya lebih mendahulukan konservasi dengan maksud agar masyarakat tetap mencintai jenis-jenis endemic flora dan fauna yang ada di Papua.

“Kami punya sarana prasarana karena lama sudah ada yang rusak, rata-rata pohon di sini tinggi jadi ada dahan yang patah jatuh pasti menimpa sangkar –sangar burung tetapi juga pagar yang dibangun mengelilingi areal taman,”ungkapnya (ren )

BIAK – UPTD. Taman Burung dan Anggrek ( TBTA ) Provinsi Papua yang ada di Kabupaten Biak Numfor dalam waktu dekat akan di tata, di percantik atau di perindah guna menerima kunjungan wisawatan mancanegara dan local yang akan berkunjung nanti.   

Plt. Kepala UPTD Taman Burung dan Anggrek ( TBTA ) Provinsi Papua, Mercy C. Mual, S.Hut mengatakan, penataan Taman Burung dan Anggrek dilakukan dengan maksud agar Taman Burung dan Anggrek tetap terlihat bersih dan rapi serta menarik perhatian  dan simpati masyarakat untuk tetap berkunjung ke tiap saat.

Penataan Taman Burung dan Anggrek menurut Mercy C. Mual dilakukan juga untuk mempersiapkan diri mengikuti pelaksanaan ivent nasional Sail Teluk Cenderawasih ( STC ) pada November 2023 mendatang dan juga menyambut tamu-tamu yang akan berkunjung ke Taman Burung dan Anggrek karena datang mengikuti ivent STC 2023 tersebut.

Baca Juga :  Pamong Praja Adalah Orang Hebat dalam Menata Pemerintahan

“Pada saat ivent Sail Teluk Cenderawasih digelar nanti banyak orang akan berkunjung dan berdatangan ke Biak dan menjadikan Taman Burung dan Anggrek sebagai salah satu sasaran wisata pada saat berada di Biak.

Jadi kita akan percantik areal taman agar menarikan perhatian dan simpati mereka untuk berkunjung ke Taman Burung dan Taman Anggrek,”ujar Mercy C. Mual kepada Cenderawasih Pos Sabtu,(9/9)

Asumsi public selama ini menyebut Taman Burung dan Anggrek sebagai tempat wisata tidaklah salah kata Mercy C. Mual karena dampak dari tujuan pembangunan taman burung dan anggrek konservasi, penelitian dan pendidikan adalah wisata maka tidaklah salah bila disebut juga sebagai salah satu obyek wisata.

Baca Juga :  Disdukcapil Biak Gencar Rekam e-KTP di Kampung-Kampung

Meski demikian kata Mercy hingga kini pihaknya lebih mendahulukan konservasi dengan maksud agar masyarakat tetap mencintai jenis-jenis endemic flora dan fauna yang ada di Papua.

“Kami punya sarana prasarana karena lama sudah ada yang rusak, rata-rata pohon di sini tinggi jadi ada dahan yang patah jatuh pasti menimpa sangkar –sangar burung tetapi juga pagar yang dibangun mengelilingi areal taman,”ungkapnya (ren )

Berita Terbaru

Artikel Lainnya