Jaga Tradisi  Generasi Muda Perlu Diberi Ruang Kreasi

BIAK-Anak muda perlu mendapatkan ruang gerak dan ruang mengekspresikan diri. Tidak hanya sebagai bentuk mengembangkan minat bakat, tetapi juga mengesplorasi potensi mapun jati diri. Terlebih, semakin tingginya pengaruh gadget dan digitalisasi saat ini. 

Untuk itu, Pemkab Biak Numfor melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar lomba Free to Dance  dengan melibatkan sejumlah generasi muda.

Kompetisi yang menjadi bagian dalam rangkaian kegiatan Festival Biak Pintar ini, menjadi wadah yang positif dalam memberikan ruang kreasi dan inovasi anak-anak muda, untuk berkarya dalam seni tari. Baik seni tari modern tetapi juga seni tari tradisional.

Kepala Dinas Pendidikan melalui Ketua Panitia FBP 2024, Naola Ayomi, menyadari pentingnya memberikan ruang kreasi sekaligus menjaga tradisi seni budaya tari yang ada di Biak. Pelakunya tentu saja anak-anak muda yang menjadi pilar bangsa, dalam pembangunan masa depan.

Baca Juga :  Pusat, Daerah dan Sektor Swasta Harus Berkolaborasi Bangun Papua

“Kadang kecerdasan seni dan budaya kita lupakan, kita melihat kecerdasan bukan hanya sebatas akademik semata, tetapi inilah wadah buat para anak-anak muda untuk berekspresi, sekaligus bentuk tanggung jawab pemerintah memberikan ruang gerak dan inovasi dari kegiatan ini,” jelas Naomi.

Sementara Ketua Panitia Free to Dance, Gina Mansnembra mengatakan lomba free to dance diikuti oleh 125 peserta, yang terdiri dari beberapa tim dan juga individu tari. Sebagai perwakilan anak muda, Gina menyampaikan sangat bangga dan ruang dan kesempatan ini perlu diapresiasi anak-anak muda.

Sebab tidak jarang, anak-anak muda yang berkiprah pada seni tari baik lokal kontemporer, tetapi juga seni tari tradisional yang mengangkat cerita-cerita kolosal masyarakat Biak, sudah sangat dikenal kalangan luas.

Baca Juga :  Semua Biaya Ditanggung Pemkot, Diharapkan jadi Generasi Emas Port Numbay

Pj Bupati Biak, Sofia Bonsapia diwakili Asisten I Setda Biak mengatakan, pemerintah daerah dan juga Forkumpimda TNI/Polri dan sejumlah Insntansi BUMN/BUMD dan Swasta perlu berkomitmen untuk tetap menjaga moment dan memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkespresi. Tidak hanya lewat kegiatan seni tari, tetapi juga pada kegiatan positif lain. (il/ade).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

BIAK-Anak muda perlu mendapatkan ruang gerak dan ruang mengekspresikan diri. Tidak hanya sebagai bentuk mengembangkan minat bakat, tetapi juga mengesplorasi potensi mapun jati diri. Terlebih, semakin tingginya pengaruh gadget dan digitalisasi saat ini. 

Untuk itu, Pemkab Biak Numfor melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar lomba Free to Dance  dengan melibatkan sejumlah generasi muda.

Kompetisi yang menjadi bagian dalam rangkaian kegiatan Festival Biak Pintar ini, menjadi wadah yang positif dalam memberikan ruang kreasi dan inovasi anak-anak muda, untuk berkarya dalam seni tari. Baik seni tari modern tetapi juga seni tari tradisional.

Kepala Dinas Pendidikan melalui Ketua Panitia FBP 2024, Naola Ayomi, menyadari pentingnya memberikan ruang kreasi sekaligus menjaga tradisi seni budaya tari yang ada di Biak. Pelakunya tentu saja anak-anak muda yang menjadi pilar bangsa, dalam pembangunan masa depan.

Baca Juga :  Di Taman Anggrek, Bupati Herry Borong 137 Karung Keladi

“Kadang kecerdasan seni dan budaya kita lupakan, kita melihat kecerdasan bukan hanya sebatas akademik semata, tetapi inilah wadah buat para anak-anak muda untuk berekspresi, sekaligus bentuk tanggung jawab pemerintah memberikan ruang gerak dan inovasi dari kegiatan ini,” jelas Naomi.

Sementara Ketua Panitia Free to Dance, Gina Mansnembra mengatakan lomba free to dance diikuti oleh 125 peserta, yang terdiri dari beberapa tim dan juga individu tari. Sebagai perwakilan anak muda, Gina menyampaikan sangat bangga dan ruang dan kesempatan ini perlu diapresiasi anak-anak muda.

Sebab tidak jarang, anak-anak muda yang berkiprah pada seni tari baik lokal kontemporer, tetapi juga seni tari tradisional yang mengangkat cerita-cerita kolosal masyarakat Biak, sudah sangat dikenal kalangan luas.

Baca Juga :  DPRD Beri Catatan Kepada Pemkab Mimika 

Pj Bupati Biak, Sofia Bonsapia diwakili Asisten I Setda Biak mengatakan, pemerintah daerah dan juga Forkumpimda TNI/Polri dan sejumlah Insntansi BUMN/BUMD dan Swasta perlu berkomitmen untuk tetap menjaga moment dan memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkespresi. Tidak hanya lewat kegiatan seni tari, tetapi juga pada kegiatan positif lain. (il/ade).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya