Saturday, November 29, 2025
28.5 C
Jayapura

Bupati Waropen: Organisasi Harus Mau Diatur

WAROPEN – Sebanyak 62 organisasi kemasyarakatan (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan paguyuban yang terdaftar di Kabupaten Waropen menghadiri acara sosialisasi penting mengenai tata kelola organisasi.

Sosialisasi ini dibuka oleh Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., Kamis (21/11) dan diikuti oleh perwakilan dari seluruh organisasi terdaftar di bawah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Waropen.

Bupati FX Mote menekankan pentingnya organisasi yang mau diatur. Ia mengingatkan bahwa kehidupan manusia diatur oleh tiga fondasi utama: Tuhan lewat aturan Agama, Pemerintah lewat tertulis, dan Adat sebagai aturan mendasar suatu daerah tertentu.

“Hidup kita ini sudah diatur oleh Tuhan, kita mengikuti apa yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Kita hidup dalam organisasinya Tuhan. Tuhan, Pemerintah, dan Adat. Itu adalah tiga tungku yang mengatur. Ada Hukum Tuhan, Hukum Adat, dan Hukum Pemerintah. Di manapun kita berada, kita tetap adalah masyarakat adat, yang ber-Tuhan,” tegas Bupati.

Baca Juga :  Kejati Diingatkan Untuk Tetap Objekif

“Tidak ada organisasi yang berjalan tanpa diatur. Kalau tidak mau diatur, jangan berorganisasi. Orang yang hidup di dunia ini harus diatur dan bisa mengatur diri. Ini membentuk pola kerja yang lebih rapi, perilaku yang profesional. Kita bentuk organisasi yang mau diatur. Hewan yang berkeliaran di jalan pun kita atur, kita bentuk perdanya, apalagi manusia. Itulah pentingnya berorganisasi.” terangnya.

WAROPEN – Sebanyak 62 organisasi kemasyarakatan (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan paguyuban yang terdaftar di Kabupaten Waropen menghadiri acara sosialisasi penting mengenai tata kelola organisasi.

Sosialisasi ini dibuka oleh Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., Kamis (21/11) dan diikuti oleh perwakilan dari seluruh organisasi terdaftar di bawah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Waropen.

Bupati FX Mote menekankan pentingnya organisasi yang mau diatur. Ia mengingatkan bahwa kehidupan manusia diatur oleh tiga fondasi utama: Tuhan lewat aturan Agama, Pemerintah lewat tertulis, dan Adat sebagai aturan mendasar suatu daerah tertentu.

“Hidup kita ini sudah diatur oleh Tuhan, kita mengikuti apa yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Kita hidup dalam organisasinya Tuhan. Tuhan, Pemerintah, dan Adat. Itu adalah tiga tungku yang mengatur. Ada Hukum Tuhan, Hukum Adat, dan Hukum Pemerintah. Di manapun kita berada, kita tetap adalah masyarakat adat, yang ber-Tuhan,” tegas Bupati.

Baca Juga :  Bupati Willem Wandik: Kemerdekaan Adalah Anugerah Juga Amanah Tuhan

“Tidak ada organisasi yang berjalan tanpa diatur. Kalau tidak mau diatur, jangan berorganisasi. Orang yang hidup di dunia ini harus diatur dan bisa mengatur diri. Ini membentuk pola kerja yang lebih rapi, perilaku yang profesional. Kita bentuk organisasi yang mau diatur. Hewan yang berkeliaran di jalan pun kita atur, kita bentuk perdanya, apalagi manusia. Itulah pentingnya berorganisasi.” terangnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya