Warga Butuh Mesin Penggiling Padi

SARMI- Para petani di Kampung Ansudu Distrik Sungai Biri sangat membutuhkan mesin giling padi untuk memaksimalkan hasil pertanian padi. Bupati Sarmi Markus Mansnembra SH MM yang diajak warga Kampung Ansudu mendengar keluhan dan masukan.

Pendeta di Gereja GKI Nazaret Kampung Ansudu II Berta Fouw mengatakan pihak gereja telah mengelola lahan padi namun hasilny tidak maksimal karena tak memiliki alat penggiling padi.

” Kami di jemaat ini (Nazaret) telah memenen padi 280 Kg, kemudian kami bayar dengan beras keyang punya mesin penggiling sebanyak 50 kg, sisanya kami bagi-bagikan kepada jemaat, lainnya kami jual untuk kas jemaat, guna pembangunan rumah lonceng dan perbaikan dalam gereja, ” katanya dihadapan Bupati Sarmi.

Baca Juga :  Frits:  Aibon Kogeya Dibalik Peristiwa Beoga

Ketua kolompok tani Kampung Ansudu Edi Tananar mengatakan kelemahan kelomok tani di kampung Ansudu adalah tak ada mesin rontok, beberapa kali telah berkomunikasi dengan dinas pertanian tapi belum ada tindak lanjut.  Menurutnya soal mesin rontok ini sangat vital, oleh karena itu besar harapan dapat menjadi perhatian dari pemerintah.

Penjabat  Bupati Sarmi Markus Mansnembra mengatakan setelah mendapat informasi tentang problem yang dihadapi warga masyarakat dan jemaat, pihaknya langsung menyambangi  dan menyaksikan keluhan dari warga. “Dia meminta warga untuk tetap bekerja dan tetap semangat bagaimana mengelola lahan, soal nantinya jika ada bantuan mesin penggiling perlu juga dipikirkan siapa yang mengoperasikan, dan menjaga agar barang itu (mesin penggiling) tidak cepat rusak dan akhirnya malah menjadi masalah baru,” pintanya. (wen)

Baca Juga :  Realisasikan Otsus, Pemkab Waropen Serahkan Bantuan Modal Usaha UMKM Lokal

SARMI- Para petani di Kampung Ansudu Distrik Sungai Biri sangat membutuhkan mesin giling padi untuk memaksimalkan hasil pertanian padi. Bupati Sarmi Markus Mansnembra SH MM yang diajak warga Kampung Ansudu mendengar keluhan dan masukan.

Pendeta di Gereja GKI Nazaret Kampung Ansudu II Berta Fouw mengatakan pihak gereja telah mengelola lahan padi namun hasilny tidak maksimal karena tak memiliki alat penggiling padi.

” Kami di jemaat ini (Nazaret) telah memenen padi 280 Kg, kemudian kami bayar dengan beras keyang punya mesin penggiling sebanyak 50 kg, sisanya kami bagi-bagikan kepada jemaat, lainnya kami jual untuk kas jemaat, guna pembangunan rumah lonceng dan perbaikan dalam gereja, ” katanya dihadapan Bupati Sarmi.

Baca Juga :  Serahkan LKPJ 2024, Bupati Catue Tekankan Evaluasi dan Perbaikan

Ketua kolompok tani Kampung Ansudu Edi Tananar mengatakan kelemahan kelomok tani di kampung Ansudu adalah tak ada mesin rontok, beberapa kali telah berkomunikasi dengan dinas pertanian tapi belum ada tindak lanjut.  Menurutnya soal mesin rontok ini sangat vital, oleh karena itu besar harapan dapat menjadi perhatian dari pemerintah.

Penjabat  Bupati Sarmi Markus Mansnembra mengatakan setelah mendapat informasi tentang problem yang dihadapi warga masyarakat dan jemaat, pihaknya langsung menyambangi  dan menyaksikan keluhan dari warga. “Dia meminta warga untuk tetap bekerja dan tetap semangat bagaimana mengelola lahan, soal nantinya jika ada bantuan mesin penggiling perlu juga dipikirkan siapa yang mengoperasikan, dan menjaga agar barang itu (mesin penggiling) tidak cepat rusak dan akhirnya malah menjadi masalah baru,” pintanya. (wen)

Baca Juga :  Jadi Duta Stanting, Pj TP PKK Mappi Siap Turunkan Angka Stunting

Berita Terbaru

Artikel Lainnya