Satu Tangki BBM 100 Ton di PLTD Kampung Batu Zaman Mulai Beroperasi

WAROPEN – Upaya penguatan infrastruktur kelistrikan di Kabupaten Waropen terus menunjukkan progres positif. Manager PLN ULP Waren, Geisler Ronsumbre, mengonfirmasi bahwa satu dari dua tangki penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) di PLTD ULP Kampung Batu Zaman kini telah resmi beroperasi.

Kehadiran tangki berkapasitas besar ini menjadi angin segar bagi ketahanan energi di wilayah tersebut, terutama dalam menjamin ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat Waren dan sekitarnya.

Geisler menjelaskan bahwa dari dua unit tangki yang tersedia, satu unit dengan kapasitas tampung mencapai 100 ton BBM sudah berfungsi penuh. Sementara itu, satu tangki lainnya masih dalam tahap penyelesaian akhir.

“Yang sudah beroperasi baru satu tangki dengan kapasitas 100 ton. Satunya lagi pemasangannya belum fix. Namun, untuk sistem mesin keluar-masuknya BBM (pompa distribusi) sudah tersedia dan sudah bisa digunakan semuanya,” ujar Geisler saat memberikan keterangan terkait perkembangan infrastruktur PLTD, saat memasuki libur nataru kemarin.

Baca Juga :  Kunjungi Wilayah Binaan, Dandim 1702/JWY Kunjungi Kampung Hulekaima

Menurutnya, jika tangki tersebut terisi penuh, cadangan BBM yang ada mampu memenuhi kebutuhan operasional mesin pembangkit listrik hingga lebih dari satu minggu.

Meski infrastruktur penampungan di darat sudah memadai, PLN ULP Waren masih menghadapi tantangan besar di sektor logistik laut. Saat ini, pengangkutan BBM dari Serui menuju Waropen masih bergantung pada satu unit kapal dengan kapasitas terbatas.

“Kapal pengangkut BBM kita sampai saat ini baru satu unit, dan itu kapasitasnya hanya 30 ton. Padahal, minimal kita membutuhkan dua kapal pengangkut untuk rute Serui ke Waropen agar pasokan stabil,” ungkapnya.

Geisler menekankan pentingnya peningkatan kapasitas angkut armada laut. Idealnya, PLN membutuhkan kapal tangki yang mampu memuat minimal 70 ton BBM dalam sekali perjalanan.

Baca Juga :  Perangi Krisis Energi, Pemkab Waropen Datangkan 6 Mesin Pembangkit Baru

WAROPEN – Upaya penguatan infrastruktur kelistrikan di Kabupaten Waropen terus menunjukkan progres positif. Manager PLN ULP Waren, Geisler Ronsumbre, mengonfirmasi bahwa satu dari dua tangki penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) di PLTD ULP Kampung Batu Zaman kini telah resmi beroperasi.

Kehadiran tangki berkapasitas besar ini menjadi angin segar bagi ketahanan energi di wilayah tersebut, terutama dalam menjamin ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat Waren dan sekitarnya.

Geisler menjelaskan bahwa dari dua unit tangki yang tersedia, satu unit dengan kapasitas tampung mencapai 100 ton BBM sudah berfungsi penuh. Sementara itu, satu tangki lainnya masih dalam tahap penyelesaian akhir.

“Yang sudah beroperasi baru satu tangki dengan kapasitas 100 ton. Satunya lagi pemasangannya belum fix. Namun, untuk sistem mesin keluar-masuknya BBM (pompa distribusi) sudah tersedia dan sudah bisa digunakan semuanya,” ujar Geisler saat memberikan keterangan terkait perkembangan infrastruktur PLTD, saat memasuki libur nataru kemarin.

Baca Juga :  Sejumlah Turis Mancanegara Bakal Saksikan Festival Budaya Lembah Baliem

Menurutnya, jika tangki tersebut terisi penuh, cadangan BBM yang ada mampu memenuhi kebutuhan operasional mesin pembangkit listrik hingga lebih dari satu minggu.

Meski infrastruktur penampungan di darat sudah memadai, PLN ULP Waren masih menghadapi tantangan besar di sektor logistik laut. Saat ini, pengangkutan BBM dari Serui menuju Waropen masih bergantung pada satu unit kapal dengan kapasitas terbatas.

“Kapal pengangkut BBM kita sampai saat ini baru satu unit, dan itu kapasitasnya hanya 30 ton. Padahal, minimal kita membutuhkan dua kapal pengangkut untuk rute Serui ke Waropen agar pasokan stabil,” ungkapnya.

Geisler menekankan pentingnya peningkatan kapasitas angkut armada laut. Idealnya, PLN membutuhkan kapal tangki yang mampu memuat minimal 70 ton BBM dalam sekali perjalanan.

Baca Juga :  Letaknya Hanya Satu Jam dari Kota Sentani, Tapi Seperti di Pedalaman

Berita Terbaru

Artikel Lainnya