Stok BBM di Mappi Aman, APMS dan Pengecer Terus Diawasi

Polisi Sebut Antrean Kendaraan Masih Dalam Batas Wajar

MAPPI – Kapolres Mappi Kompol Suparmin memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Mappi khususnya diibukota kabupaten yakni Kepi masih dalam kondisi aman dan belum mengalami kelangkaan. Antrean yang terjadi di sejumlah SPBU maupun APMS disebut masih dalam batas wajar, terutama ketika pasokan BBM baru tiba.

“Kalau antre ketika BBM datang itu wajar. Tapi sejauh ini masih dalam kondisi wajar,” ujar Kapolres Mappi Suparmin  dimintai tanggapannya saat berada di Merauke, Senin (31/8).   

Menurutnya, anggapan bahwa BBM yang datang langsung habis dalam satu hari tidak sepenuhnya benar. Penyaluran BBM diatur secara bertahap untuk memastikan stok dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari hingga satu bulan.

Baca Juga :  500 Kendaraan Terjaring Operasi Patuh DLHK

“Memang diatur. Satu hari, dua hari, tiga hari sampai tujuh hari itu diatur. Sedapat mungkin BBM yang datang bisa mencukupi untuk waktu satu bulan,” jelasnya.

Ia mengatakan, ketersediaan BBM juga didukung oleh jumlah APMS yang tidak hanya satu. Ketika stok pada salah satu APMS habis, diharapkan APMS lainnya masih memiliki persediaan sehingga masyarakat tidak sampai kehabisan BBM.

Terkait adanya pengecer yang menjual BBM dengan harga lebih tinggi, seperti Rp15 ribu, Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter, menurutnya hal tersebut berkaitan dengan upaya pengecer mendapatkan keuntungan dari usaha yang dijalankan.

“Kalau ada pengecer yang jual Rp25 ribu, Rp20 ribu, Rp15 ribu, mereka mencari keuntungan untuk usahanya,” katanya.

Baca Juga :  Masyarakat Waropen Kehilangan Tokoh yang Dihormati

Untuk mencegah terjadinya kelangkaan dan permainan harga, Polres telah melakukan penertiban serta pengawasan terhadap distribusi BBM. Pengawasan bahkan dilakukan langsung di SPBU maupun APMS.

Polisi Sebut Antrean Kendaraan Masih Dalam Batas Wajar

MAPPI – Kapolres Mappi Kompol Suparmin memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Mappi khususnya diibukota kabupaten yakni Kepi masih dalam kondisi aman dan belum mengalami kelangkaan. Antrean yang terjadi di sejumlah SPBU maupun APMS disebut masih dalam batas wajar, terutama ketika pasokan BBM baru tiba.

“Kalau antre ketika BBM datang itu wajar. Tapi sejauh ini masih dalam kondisi wajar,” ujar Kapolres Mappi Suparmin  dimintai tanggapannya saat berada di Merauke, Senin (31/8).   

Menurutnya, anggapan bahwa BBM yang datang langsung habis dalam satu hari tidak sepenuhnya benar. Penyaluran BBM diatur secara bertahap untuk memastikan stok dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari hingga satu bulan.

Baca Juga :  Perusahaan Kayu Wajib Bangun Somel di Pantai Barat

“Memang diatur. Satu hari, dua hari, tiga hari sampai tujuh hari itu diatur. Sedapat mungkin BBM yang datang bisa mencukupi untuk waktu satu bulan,” jelasnya.

Ia mengatakan, ketersediaan BBM juga didukung oleh jumlah APMS yang tidak hanya satu. Ketika stok pada salah satu APMS habis, diharapkan APMS lainnya masih memiliki persediaan sehingga masyarakat tidak sampai kehabisan BBM.

Terkait adanya pengecer yang menjual BBM dengan harga lebih tinggi, seperti Rp15 ribu, Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter, menurutnya hal tersebut berkaitan dengan upaya pengecer mendapatkan keuntungan dari usaha yang dijalankan.

“Kalau ada pengecer yang jual Rp25 ribu, Rp20 ribu, Rp15 ribu, mereka mencari keuntungan untuk usahanya,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov Papua Pegunungan Berlakukan Sistem Barcode Untuk Pengisian BBM

Untuk mencegah terjadinya kelangkaan dan permainan harga, Polres telah melakukan penertiban serta pengawasan terhadap distribusi BBM. Pengawasan bahkan dilakukan langsung di SPBU maupun APMS.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya