Ia menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam mempelajari Bahasa Jepang, sekaligus mempererat hubungan kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Festival ini dilakukan karena adanya peningkatan animo belajar dari para siswa-siswi di sekolah terhadap budaya dan bahasa Jepang. Serta keinginan dari para siswa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri (Jepang) belakangan ini cukup tinggi, baik yang dibiayai pemerintah maupun pribadi.
Karena itu, festival Bunkasai dibuat untuk lebih meningkatkan pengetahuan dari para siswa mengenai bahasa dan budaya Jepang secara mendasar. Sehingga di kemudian hari tidak menjadi persoalan ketika tiba dan melanjutkan pendidikan di Jepang.
Selain itu kata Kepala Sekolah olahraga Papua itu mengatakan, festival tersebut juga dilakukan sebagai tindaklanjut dari program Pemerintah Provinsi Papua dengan pemerintah Prefektur Yamagata Jepang yang telah terjalin selama kurang lebih 30 tahun.
“Kali ini kami melibatkan sekitar 15 sekolah, tempat pembelajaran bahasa Jepang, dan beberapa sponsor lainnya,” ungkap Dance.
Terkait dengan jumlah siswa yang melanjutkan study di Jepang hingga saat ini, ketua panitia kegiatan itu mengatakan di bagi ke dalam beberapa kategori di antaranya; dari pemerintah Provinsi Papua kurang lebih 30 peserta termasuk yang sudah selesai dan masih berjalan.
“Ada juga siswa yang melanjutkan pendidikan di Jepang melalui usaha mandiri yang harus melewati The Japan Foundation Jakarta untuk mengikuti tes bahasa, kemampuan bahasa dan sebagainya,” tambah Dance menjelaskan.
Melalui kegiatan ini, MGMP Bahasa Jepang Papua berharap dapat terus menyediakan ruang bagi siswa untuk menyalurkan minat, bakat, dan kemampuan berbahasa asing secara positif dan kompetitif.
Ia menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam mempelajari Bahasa Jepang, sekaligus mempererat hubungan kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Festival ini dilakukan karena adanya peningkatan animo belajar dari para siswa-siswi di sekolah terhadap budaya dan bahasa Jepang. Serta keinginan dari para siswa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri (Jepang) belakangan ini cukup tinggi, baik yang dibiayai pemerintah maupun pribadi.
Karena itu, festival Bunkasai dibuat untuk lebih meningkatkan pengetahuan dari para siswa mengenai bahasa dan budaya Jepang secara mendasar. Sehingga di kemudian hari tidak menjadi persoalan ketika tiba dan melanjutkan pendidikan di Jepang.
Selain itu kata Kepala Sekolah olahraga Papua itu mengatakan, festival tersebut juga dilakukan sebagai tindaklanjut dari program Pemerintah Provinsi Papua dengan pemerintah Prefektur Yamagata Jepang yang telah terjalin selama kurang lebih 30 tahun.
“Kali ini kami melibatkan sekitar 15 sekolah, tempat pembelajaran bahasa Jepang, dan beberapa sponsor lainnya,” ungkap Dance.
Terkait dengan jumlah siswa yang melanjutkan study di Jepang hingga saat ini, ketua panitia kegiatan itu mengatakan di bagi ke dalam beberapa kategori di antaranya; dari pemerintah Provinsi Papua kurang lebih 30 peserta termasuk yang sudah selesai dan masih berjalan.
“Ada juga siswa yang melanjutkan pendidikan di Jepang melalui usaha mandiri yang harus melewati The Japan Foundation Jakarta untuk mengikuti tes bahasa, kemampuan bahasa dan sebagainya,” tambah Dance menjelaskan.
Melalui kegiatan ini, MGMP Bahasa Jepang Papua berharap dapat terus menyediakan ruang bagi siswa untuk menyalurkan minat, bakat, dan kemampuan berbahasa asing secara positif dan kompetitif.