Bantu Kelancaran Ibadah di 13 Gereja, HMI Berharap Bisa Ditiru Daerah Lain

Kebersamaan akan terasa lebih lengkap di hari kelahiran sang juru selamat ketika umat Kristiani melakukan kegiatan Open house. Tradisi berkunjung pada hari natal ini, warga Jayapura menyebutnya ‘peta’, yakni melakukan kunjungan dari rumah ke rumah sesuai dengan urutan target rumah yang akan dikunjungi, yang telah mereka tentukan sebelumnya.

Yang unik dari tradisi open house ialah warga pada umumnya menyediakan minuman kaleng (sprite, fanta, coca-cola, dsb) untuk disuguhkan kepada tamu. Karena minuman kaleng inilah, muncul istilah ‘anak-anak kaleng’. Anak-anak kaleng yang dimaksud ialah, rombongan bocah yang bersilaturahmi dan memberikan ucapan selamat natal kepada keluarga yang merayakan.

Biasanya anak-anak ‘peta’ keliling kompleks, melakukan kunjungan dari rumah ke rumah, sambil membawa tas dengan harapan setiap keluarga yang dikunjungi memberikan sebuah minuman kaleng.

Baca Juga :  Jelang Natal, Polresta Hadirkan Polisi Santa

“Sama sewaktu masih kecil, saya bersama teman-teman suka keliling kompleks. Saya pergi dengan tas kosong, dan pulang tas full minuman kaleng,” cerita Mario, pemuda kompleks SMA Negeri 4 Jayapura, sambil tertawa mengenang masa kecilnya.

Tradisi Natal di Jayapura memang unik. Natal dirayakan bukan hanya oleh umat nasrani semata, namun pada moment istimewa Hari Raya Natal, potret toleransi antar umat beragama juga ditunjukkan oleh warga lainnya.

“Memuliakan Allah tidak hanya melalui kata-kata, tetapi terutama melalui perbuatan baik dalam kehidupan kita. Jangan takut karena hari ini telah lahir bagimu juru selamat yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud,” demikian khotbah Pastor dalam Misa Natal Pagi Gereja St Agustinus Entrop. (*)

Baca Juga :  Wali Kota Ajak Warga Selamatkan Generasi Muda

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Kebersamaan akan terasa lebih lengkap di hari kelahiran sang juru selamat ketika umat Kristiani melakukan kegiatan Open house. Tradisi berkunjung pada hari natal ini, warga Jayapura menyebutnya ‘peta’, yakni melakukan kunjungan dari rumah ke rumah sesuai dengan urutan target rumah yang akan dikunjungi, yang telah mereka tentukan sebelumnya.

Yang unik dari tradisi open house ialah warga pada umumnya menyediakan minuman kaleng (sprite, fanta, coca-cola, dsb) untuk disuguhkan kepada tamu. Karena minuman kaleng inilah, muncul istilah ‘anak-anak kaleng’. Anak-anak kaleng yang dimaksud ialah, rombongan bocah yang bersilaturahmi dan memberikan ucapan selamat natal kepada keluarga yang merayakan.

Biasanya anak-anak ‘peta’ keliling kompleks, melakukan kunjungan dari rumah ke rumah, sambil membawa tas dengan harapan setiap keluarga yang dikunjungi memberikan sebuah minuman kaleng.

Baca Juga :  Utamakan Bangun SDM Daripada Infrastruktur

“Sama sewaktu masih kecil, saya bersama teman-teman suka keliling kompleks. Saya pergi dengan tas kosong, dan pulang tas full minuman kaleng,” cerita Mario, pemuda kompleks SMA Negeri 4 Jayapura, sambil tertawa mengenang masa kecilnya.

Tradisi Natal di Jayapura memang unik. Natal dirayakan bukan hanya oleh umat nasrani semata, namun pada moment istimewa Hari Raya Natal, potret toleransi antar umat beragama juga ditunjukkan oleh warga lainnya.

“Memuliakan Allah tidak hanya melalui kata-kata, tetapi terutama melalui perbuatan baik dalam kehidupan kita. Jangan takut karena hari ini telah lahir bagimu juru selamat yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud,” demikian khotbah Pastor dalam Misa Natal Pagi Gereja St Agustinus Entrop. (*)

Baca Juga :  Tak Kuat Kerja Bangunan Lagi, Dengan Upah Rp 2,5 Juta Tetap Disyukuri

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya