Ungkapan Derita Pasien Kanker yang Menjalani Pengobatan di RSUD Jayapura
Jumlah pasien kanker yang ditangani di RSUD Jayapura pada tahun 2025 ini, sudah mencapai 50 pasien, dengan berbagai jenis kanker. Ironisnya, rumah sakit yang diharapkan bisa memberikan penyembuhan, justru sering mengalami kekosongan stok obat yang dibutuhkan.
Laporan: Elfira_Jayapura
Kekosongan obat, khususnya obat kanker di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura kerap terjadi. Bukan cuman sehari atau dua hari kosongnya, bahkan bisa berbulan-bulan. Kondisi ini kerap dikeluhkan pasien, namun keluhan tersebut tak dibarengi dengan perubahan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.
Senin (25/5), keluhan itu datang dari seorang pasien lelaki. Namanya enggan dicantumkan, namun bersedia diinisialkan, R (23). Ia adalah pasien kanker kelenjar getah bening yang sudah dua tahun menjalani pengobatan di RSUD Jayapura.
Ia duduk di kursi besi saat Cenderawasih Pos tiba di lantai dua, ruangan kemoterapi (onkologi). Menunggu antrean obat, namun kosong. Bertepatan juga dengan padamnya listrik saat itu.
Pria 23 tahun itu biasanya menjalani kemoterapi di RSUD Jayapura per tiga minggu, atau dua minggu sekali. Ia kerap datang sendiri. Namun, kali ini dia tak bisa menjalani itu karena kosongnya obat yang biasa ia konsumsi, yakni Holoxan.
Ia mengaku tak tahu penyebab kosongnya obat jenis Holoxan tersebut. “Akibat kekosongan obat, menyebabkan tindakan kemoterapi untuk saya tertunda, dan ini terjadi kurang lebih sudah 2 bulan,” katanya.