Thursday, April 3, 2025
30.7 C
Jayapura

Masyarakat Tak Khawatir Lagi Soal Air Bersih

 ” Jika masyarakat sudah mendapatkan pelayanan akses air bersih, maka dalam mengatasi resiko stunting juga akan berkurang, Karana salah satu faktor mengatasi Stunting tersedianya layanan akses air bersih yang bisa di minum masyarakat. Sehingga stunting bisa berkurang dan jika mengalami resiko stunting bisa berkurang di tahun 2024.

“Potensi angka stunting di Tanah Papua masih tinggi dan 2025 kita harapkan bisa berkurang secara angka sesuai target nasional, jadi kami harapkan target kita pemasangan 100 titik sumur bor harus bisa tercapai, oleh karena itu, kolaborasi ini harus bisa terus ditingkatkan kembali,”pintanya.

Diakui, selain meresmikan proyek tersebut, masyarakat juga diberikan paket sembako, pakaian, alat olahraga, makan siang, dan uang untuk anak anak yang hadir dalam acara itu dari Pangdam XVII Cenderawasih.

Baca Juga :  Keinginan Epo D Fenomeno, Mewujudkan Mimpi Baru Anak Muda Papua

Ditempat sama, Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan, melalui peresmian proyek tersebut, diharapkan infrastruktur yang sudah dibangun bisa dirawat dan dijaga dengan baik, karena ini untuk kesejahteraan masyarakat OAP yang diberikan mulai dari pelayanan akses air.

 “Tentunya ini langkah yang baik dan signifikan dalam peningkatan  layanan air bersih untuk hajat hidup masyarakat OAP, karena air bersih sangat dibutuhkan sekali untuk mendukung kesehatan dan bisa bisa mengatasi resiko stunting,”ucapnya

Dijelaskan, masalah stunting harus diberi perhatian bersama dari semua pihak tidak hanya BKKBN, TNI tapi semua pemangku kepentingan baik BUMN dan lainnya untuk menurunkan angka stunting salah satu caranya dengan menyediakan ketersedian air bersih karena bisa mengurangi resiko penyakit juga.

 Oleh karena itu, layanan air bersih di masyarakat terlayani dengan baik, maka resiko stunting akan menurun, dan adanya program   Genting (Gerakan Bersama Mengentaskan Stunting): Kolaborasi dengan swasta untuk mendukung ibu hamil dan balita, Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK): Fokus pada pemberian gizi dan perawatan selama 1000 hari pertama kehidupan. Program Keluarga Berencana (KB): Mengatur kelahiran dan meningkatkan kesadaran reproduksi. Ini bisa membantu menurunkan angka dan resiko stunting di papua.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Bakal Bangun Lumbung Pangan di Agandugume

Diketahui bersama bahwa prioritas pembangunan dari Presiden RI Prabowo dalam asta cita 4 yakni  peningkatan SDM dapat dicapai jika mencegah stunting. Dan ini juga dibutuhkan kerjasama dengan masyarakat dan organisasi non-pemerintah serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan kesehatan.(*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 ” Jika masyarakat sudah mendapatkan pelayanan akses air bersih, maka dalam mengatasi resiko stunting juga akan berkurang, Karana salah satu faktor mengatasi Stunting tersedianya layanan akses air bersih yang bisa di minum masyarakat. Sehingga stunting bisa berkurang dan jika mengalami resiko stunting bisa berkurang di tahun 2024.

“Potensi angka stunting di Tanah Papua masih tinggi dan 2025 kita harapkan bisa berkurang secara angka sesuai target nasional, jadi kami harapkan target kita pemasangan 100 titik sumur bor harus bisa tercapai, oleh karena itu, kolaborasi ini harus bisa terus ditingkatkan kembali,”pintanya.

Diakui, selain meresmikan proyek tersebut, masyarakat juga diberikan paket sembako, pakaian, alat olahraga, makan siang, dan uang untuk anak anak yang hadir dalam acara itu dari Pangdam XVII Cenderawasih.

Baca Juga :  Pasrah dan Pilih Bawa ke Kampung, Karena Takut Biaya Pemakaman Mahal

Ditempat sama, Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan, melalui peresmian proyek tersebut, diharapkan infrastruktur yang sudah dibangun bisa dirawat dan dijaga dengan baik, karena ini untuk kesejahteraan masyarakat OAP yang diberikan mulai dari pelayanan akses air.

 “Tentunya ini langkah yang baik dan signifikan dalam peningkatan  layanan air bersih untuk hajat hidup masyarakat OAP, karena air bersih sangat dibutuhkan sekali untuk mendukung kesehatan dan bisa bisa mengatasi resiko stunting,”ucapnya

Dijelaskan, masalah stunting harus diberi perhatian bersama dari semua pihak tidak hanya BKKBN, TNI tapi semua pemangku kepentingan baik BUMN dan lainnya untuk menurunkan angka stunting salah satu caranya dengan menyediakan ketersedian air bersih karena bisa mengurangi resiko penyakit juga.

 Oleh karena itu, layanan air bersih di masyarakat terlayani dengan baik, maka resiko stunting akan menurun, dan adanya program   Genting (Gerakan Bersama Mengentaskan Stunting): Kolaborasi dengan swasta untuk mendukung ibu hamil dan balita, Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK): Fokus pada pemberian gizi dan perawatan selama 1000 hari pertama kehidupan. Program Keluarga Berencana (KB): Mengatur kelahiran dan meningkatkan kesadaran reproduksi. Ini bisa membantu menurunkan angka dan resiko stunting di papua.

Baca Juga :  Program Kerja  Pro Rakyat, Frans Pekey Diapresiasi

Diketahui bersama bahwa prioritas pembangunan dari Presiden RI Prabowo dalam asta cita 4 yakni  peningkatan SDM dapat dicapai jika mencegah stunting. Dan ini juga dibutuhkan kerjasama dengan masyarakat dan organisasi non-pemerintah serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan kesehatan.(*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya