alexametrics
31.7 C
Jayapura
Saturday, May 21, 2022

Dua dari Tujuh Armada Sudah Rusak, Alat Komunikasi juga Terbatas

Melihat Kondisi Sarana Prasarana dan Personel Damkar Dalam Mengantisipasi Kebakaran

Musibah kebakaran di Kota dalam beberapa bulan cenderung meningkat, dalam satu bulan bisa terjadi lebih dari satu kali. Melihat kondisi seperti ini, memang sangat dibutuhkan kesiapan personel dan sarana pemadam kebakaran. Lantas bagaimana kesiapan armada dan personel pemadam kebakaran di Kota Jayapura ini?

Laporan: Priyadi_Jayapura

Musibah kebakaran yang masih sering terjadi di Kota Jayapura tentu menjadi perhatian Petugas Pemadam Kebakaran Kota Jayapura, karena dalam bekerja dituntut pulang sebelum padam. Namun di balik semua ini, tampaknya masih banyak kendala yang dihadapi petugas Damkar Kota Jayapura yang berada di bawah naungan Satpol PP Kota Jayapura.

   Kabid Pemadam Kebakaran Kota Jayapura Veronika Kirana mengatakan, adanya musibah kebakaran yang sering terjadi di Kota Jayapura tentu menjadi perhatian serius tugas pemadam kebakaran. Namun apa daya, dalam bekerja jika tidak didukung dengan fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung, tentu menjadi kendala sendiri. Contohnya saja saat ini pemadam kebakaran Kota Jayapura hanya memiliki 7 Armada,  dimana 2 armada rusak, 3 armada penembak masih bisa digunakan dan 2 mobil Supplay water.

  Selain itu, untuk titik hidran dalam pengambilan air juga sangat minim sekali, karena hanya ada di beberapa titik di Kota Jayapura. Contohnya di depan markas pemadam kebakaran Dntrop, di Padang Bulan Waena, dan di Jayapura Utara ada beberapa titik hidran, tapi ini ditutup oleh PDAM Jayapura. Sehingga ketika ada kebakaran, pihaknya selalu berkomunikasi dengan para pelaku usaha air isi ulang.

Baca Juga :  Kali Kedua Jadi Dandim yang Lebih Kedepankan Kualitas Teritorial

   “Kami juga kekurangan alat komunikasi berupa HT (Handy Talky), baru ada 9 dan ini belum terkoneksi dengan receiver dan lainnya,”ungkapnya.

  Untuk jumlah personel pemadam kebakaran saat ini, pihanya  memiliki 75 orang personel. Dimana sebagian besar atau, sebanyak 52 orang dari tenaga kontrak. “Sisa personel lainnya  merupakan teman-teman kami dari PNS, ini sudah termasuk dengan kami para perwira,” ucapnya.

   Menurut Veronika, sejatinya bidang pemadam kebakaran tahun lalu mendapatkan dana untuk pengadaan alat komunikasi berupa HT dan satu unit mobil Damkar.  Namun, karena  adanya pandemi membuat dana tersebut dilakukan recofusing atau dialihkan untuk kegiatan lain.

   “Jadi kami bekerja dengan sarana dan prasarana yang sangat minim sekali, karena kami berkomunikasi lewat voice note dan dibayangkan jika ada gangguan wi-fi dan jarigan internet gangguan tentu komunikasi tidak bisa maksimal,” ucapnya.

   Dengan keterbatasan armada yang ada ini, maka strategi yang dilakukan adalah dengan pembagian armada dan personel. Untuk kendaraan dan petugas dibagi dalam empat pos, pertama di Mako Entrop yang berada di jalan Kelapa Dua entrop. Kemudian di Kantor Distrik Japsel menangani daerah Jayapura Utara dan sekitarnya, kalau di Mako Entrop menangani daerah Entrop dan sekitarnya, dan di daerah  Pos Pasar Youtefa untuk menangani  daerah Abepura dan Muara Tami. Sedangkan, Pos Distrik Heram menangani  daerah perbatasan jayapura, Kabupaten Jayapura. Untuk distrik Muara Tami  memang belum ada, meski pun aktivitas penduduk dan perekonomian sudah mulai banyak di wilayah itu.

Baca Juga :  Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Patuh Antrean

   Hal lain, untuk pelayanan pemadaman api di pulau yang ada penghuninya belum bisa dilayani dengan baik karena tidak ada fire boat, sehingga harus dipikirkan juga.  Dengan semakin banyaknya pembangunan dan penduduk di Kota Jayapura, tentu bidang pemadam kebakaran harus dinaikkan statusnya menjadi dinas OPD tersendiri.

    “Saat ini pemadam kebakaran sudah berdiri 103 tahun di Indonesia dan di Kota Jayapura sudah sekira 14 tahun, sehingga ini harus menjadi perhatian wali kota dan wakil wali kota, agar bisa meningkatkan status bidang pemadam kebakaran menjadi OPD tersendiri,”ungkapnya.

   Karena bagaimanapun pembangunan di Kota Jayapura sudah semakin meningkat jumlah penduduk juga semakin banyak, jika tidak dipikirkan hal sekecil ini kalau terjadi kejadian kebakaran tentu efeknya sangat luar biasa bagi masyarakat dan pemerintah. “Apalagi banyak kejadian musibah kebakaran yang terjadi di beberapa tempat yang aksesnya sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran,”jelasnya. (*/tri)

Melihat Kondisi Sarana Prasarana dan Personel Damkar Dalam Mengantisipasi Kebakaran

Musibah kebakaran di Kota dalam beberapa bulan cenderung meningkat, dalam satu bulan bisa terjadi lebih dari satu kali. Melihat kondisi seperti ini, memang sangat dibutuhkan kesiapan personel dan sarana pemadam kebakaran. Lantas bagaimana kesiapan armada dan personel pemadam kebakaran di Kota Jayapura ini?

Laporan: Priyadi_Jayapura

Musibah kebakaran yang masih sering terjadi di Kota Jayapura tentu menjadi perhatian Petugas Pemadam Kebakaran Kota Jayapura, karena dalam bekerja dituntut pulang sebelum padam. Namun di balik semua ini, tampaknya masih banyak kendala yang dihadapi petugas Damkar Kota Jayapura yang berada di bawah naungan Satpol PP Kota Jayapura.

   Kabid Pemadam Kebakaran Kota Jayapura Veronika Kirana mengatakan, adanya musibah kebakaran yang sering terjadi di Kota Jayapura tentu menjadi perhatian serius tugas pemadam kebakaran. Namun apa daya, dalam bekerja jika tidak didukung dengan fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung, tentu menjadi kendala sendiri. Contohnya saja saat ini pemadam kebakaran Kota Jayapura hanya memiliki 7 Armada,  dimana 2 armada rusak, 3 armada penembak masih bisa digunakan dan 2 mobil Supplay water.

  Selain itu, untuk titik hidran dalam pengambilan air juga sangat minim sekali, karena hanya ada di beberapa titik di Kota Jayapura. Contohnya di depan markas pemadam kebakaran Dntrop, di Padang Bulan Waena, dan di Jayapura Utara ada beberapa titik hidran, tapi ini ditutup oleh PDAM Jayapura. Sehingga ketika ada kebakaran, pihaknya selalu berkomunikasi dengan para pelaku usaha air isi ulang.

Baca Juga :  Pecel Kembang Turi, Lauknya Paru Sapi

   “Kami juga kekurangan alat komunikasi berupa HT (Handy Talky), baru ada 9 dan ini belum terkoneksi dengan receiver dan lainnya,”ungkapnya.

  Untuk jumlah personel pemadam kebakaran saat ini, pihanya  memiliki 75 orang personel. Dimana sebagian besar atau, sebanyak 52 orang dari tenaga kontrak. “Sisa personel lainnya  merupakan teman-teman kami dari PNS, ini sudah termasuk dengan kami para perwira,” ucapnya.

   Menurut Veronika, sejatinya bidang pemadam kebakaran tahun lalu mendapatkan dana untuk pengadaan alat komunikasi berupa HT dan satu unit mobil Damkar.  Namun, karena  adanya pandemi membuat dana tersebut dilakukan recofusing atau dialihkan untuk kegiatan lain.

   “Jadi kami bekerja dengan sarana dan prasarana yang sangat minim sekali, karena kami berkomunikasi lewat voice note dan dibayangkan jika ada gangguan wi-fi dan jarigan internet gangguan tentu komunikasi tidak bisa maksimal,” ucapnya.

   Dengan keterbatasan armada yang ada ini, maka strategi yang dilakukan adalah dengan pembagian armada dan personel. Untuk kendaraan dan petugas dibagi dalam empat pos, pertama di Mako Entrop yang berada di jalan Kelapa Dua entrop. Kemudian di Kantor Distrik Japsel menangani daerah Jayapura Utara dan sekitarnya, kalau di Mako Entrop menangani daerah Entrop dan sekitarnya, dan di daerah  Pos Pasar Youtefa untuk menangani  daerah Abepura dan Muara Tami. Sedangkan, Pos Distrik Heram menangani  daerah perbatasan jayapura, Kabupaten Jayapura. Untuk distrik Muara Tami  memang belum ada, meski pun aktivitas penduduk dan perekonomian sudah mulai banyak di wilayah itu.

Baca Juga :  Manfaatkan Selaput Jantung Sapi yang Kaya Kolagen dan Halal

   Hal lain, untuk pelayanan pemadaman api di pulau yang ada penghuninya belum bisa dilayani dengan baik karena tidak ada fire boat, sehingga harus dipikirkan juga.  Dengan semakin banyaknya pembangunan dan penduduk di Kota Jayapura, tentu bidang pemadam kebakaran harus dinaikkan statusnya menjadi dinas OPD tersendiri.

    “Saat ini pemadam kebakaran sudah berdiri 103 tahun di Indonesia dan di Kota Jayapura sudah sekira 14 tahun, sehingga ini harus menjadi perhatian wali kota dan wakil wali kota, agar bisa meningkatkan status bidang pemadam kebakaran menjadi OPD tersendiri,”ungkapnya.

   Karena bagaimanapun pembangunan di Kota Jayapura sudah semakin meningkat jumlah penduduk juga semakin banyak, jika tidak dipikirkan hal sekecil ini kalau terjadi kejadian kebakaran tentu efeknya sangat luar biasa bagi masyarakat dan pemerintah. “Apalagi banyak kejadian musibah kebakaran yang terjadi di beberapa tempat yang aksesnya sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran,”jelasnya. (*/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/