Sunday, March 1, 2026
28 C
Jayapura

Peserta Memiliki Potensi dan Skill, Berharap Diberikan Alat dan Modal

Bernadus mengaku, selama mengikuti pelatihan ia merasa tidak ada tingkat kesulitan karena instruktur yang melatih bisa menyampaikan materi teori dan praktek secara baik dan mudah diterima oleh peserta.

Ia sendiri berharap, nanti usai menyelesaikan pelatihan tersebut, ada bantuan dari pemerintah Kabupaten Jayapura berupa alat kerja pertukangan dan modal,  supaya mereka bisa membuka usaha kecil- kecilan, apalagi di daerahnya bahana baku sangat melimpah, tentu ini akan semakin memacu mereka untuk bekerja.

“Kami harap selesai mengikuti pelatihan bisa diberikan modal dan alat kerja, supaya kami bisa membuka usaha mebeler atau membuat kusen dan daun pintu, karena kayu di tempat kami masih banyak,”ucapnya

Baca Juga :  Stok Softdrink  Aman, Saga Group Siapkan Lebih dari 5 Kontainer

Hal senada juga dikatakan peserta dari Distrik Kaureh, Konstan Lay. Ia mengaku sangat senang dengan diberikan pelatihan mebeler dan handicraft, karena ia bercita-cita bisa menjadi tukang kayu di daerahnya dan bisa membuat mebeler seperti tempat tidur, meja, kursi, kusen, daun pintu, jendela dan lainnya.

Diakuinya, selama ini rata-rata warga tidak bisa membuat pintu dan kusen. Mereka  masih  membeli atau memesan dari luar,  padahal di daerahnya banyak kayu yang bisa digunakan untuk membuat kusen, tempat tidur, daun pintu dan jendela. Jika sudah mengikuti pelatihan ini tentu dalam membangun rumah dan membuat  kusen, daun pintu, jendela atau perabot pelengkap lainnya tidak perlu pesan dari luar.

Baca Juga :  Diharapkan Jadi Role Model Pelayanan Kesehatan di Pasific

Bernadus mengaku, selama mengikuti pelatihan ia merasa tidak ada tingkat kesulitan karena instruktur yang melatih bisa menyampaikan materi teori dan praktek secara baik dan mudah diterima oleh peserta.

Ia sendiri berharap, nanti usai menyelesaikan pelatihan tersebut, ada bantuan dari pemerintah Kabupaten Jayapura berupa alat kerja pertukangan dan modal,  supaya mereka bisa membuka usaha kecil- kecilan, apalagi di daerahnya bahana baku sangat melimpah, tentu ini akan semakin memacu mereka untuk bekerja.

“Kami harap selesai mengikuti pelatihan bisa diberikan modal dan alat kerja, supaya kami bisa membuka usaha mebeler atau membuat kusen dan daun pintu, karena kayu di tempat kami masih banyak,”ucapnya

Baca Juga :  Pemerintah Provinsi Papua Dukung Uji Coba QR Code Program Subsidi Tepat

Hal senada juga dikatakan peserta dari Distrik Kaureh, Konstan Lay. Ia mengaku sangat senang dengan diberikan pelatihan mebeler dan handicraft, karena ia bercita-cita bisa menjadi tukang kayu di daerahnya dan bisa membuat mebeler seperti tempat tidur, meja, kursi, kusen, daun pintu, jendela dan lainnya.

Diakuinya, selama ini rata-rata warga tidak bisa membuat pintu dan kusen. Mereka  masih  membeli atau memesan dari luar,  padahal di daerahnya banyak kayu yang bisa digunakan untuk membuat kusen, tempat tidur, daun pintu dan jendela. Jika sudah mengikuti pelatihan ini tentu dalam membangun rumah dan membuat  kusen, daun pintu, jendela atau perabot pelengkap lainnya tidak perlu pesan dari luar.

Baca Juga :  Atasi Daerah Rawan, Mensos Bantu 21 Unit LPJU di Perbatasan RI-PNG

Berita Terbaru

Artikel Lainnya