Sunday, March 1, 2026
27.4 C
Jayapura

Penegakan Hukum di Papua Harus Mengedepankan Kearifan Lokal

Jejak Langkah Dirreskrimum Polda Papua yang Baru Kombes Pol. Parasian Herman Gultom

Belum lama ini, tepatnya Rabu (18/2), Kepolisian Daerah Papua menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat utama salah satunya jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum dari Kombes Pol Dr. Victor Dean Mackbon kepada Kombes Pol Parasian Herman Gultom.

Laporan: Karolus Daot _Jayapura

Di sudut ruangan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua, Selasa sore (24/2), suasana tampak tenang namun sarat akan wibawa. Di atas meja kerja, sebuah laptop terbuka bersanding dengan tumpukan buku yang tertata rapi di sisi kiri dan kanan.

Di balik meja itu, duduk seorang pria bertubuh tegap dengan sorotan mata yang begitu tajam namun meneduhkan. Ia adalah Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, sosok yang kini memegang tongkat estafet sebagai Dirreskrimum Polda Papua.

Baca Juga :  Wadah Untuk Tampilkan Karya Kreatifitas dan Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal

Pria berdarah Sumatera Utara ini lahir di Jakarta, namun menghabiskan masa kecil dan pendidikan dasar hingga menengah pertama di Sulawesi, kemudian melanjutkan pendidikan SMA di Jawa Tengah, tepatnya di SMA Taruna Nusantara. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikannya di Akademi Kepolisian (Akpol).

Lulus dari Akpol tahun 2000, pria yang akrab disapa Kombes Herman ini memulai kariernya di Polda Jawa Tengah, bertugas di Poltabes Semarang. Dengan kecakapannya membawa ia terbang jauh ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di sana, ia mengabdi dari wilayah pesisir Maumere hingga pegunungan Manggarai. Tak hanya di dalam negeri, dedikasinya diakui dunia internasional. Dimana ia pernah menjadi bagian dari Police Advisor dalam misi perdamaian PBB selama 1,5 tahun.

Baca Juga :  Beny Wenda Terima Cinderamata, ULMWP Masuk Anggota MSG?

Pengalaman internasional itu memperkaya perspektifnya tentang penegakan hukum yang profesional dan berstandar global. Tak hanya sampai di situ kariernya terus menanjak. Ia menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Indonesia pada 2014, lalu kembali bertugas di Jawa Tengah sebagai Waka Polres Kebumen, Kanit, hingga Kasubdit di Direktorat Krimum Polda Jawa Tengah. Pendidikan Sespimmen pun ia tempuh sebelum kemudian dipercaya menjabat Kapolres Manokwari di Polda Papua Barat.

Jejak Langkah Dirreskrimum Polda Papua yang Baru Kombes Pol. Parasian Herman Gultom

Belum lama ini, tepatnya Rabu (18/2), Kepolisian Daerah Papua menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat utama salah satunya jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum dari Kombes Pol Dr. Victor Dean Mackbon kepada Kombes Pol Parasian Herman Gultom.

Laporan: Karolus Daot _Jayapura

Di sudut ruangan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua, Selasa sore (24/2), suasana tampak tenang namun sarat akan wibawa. Di atas meja kerja, sebuah laptop terbuka bersanding dengan tumpukan buku yang tertata rapi di sisi kiri dan kanan.

Di balik meja itu, duduk seorang pria bertubuh tegap dengan sorotan mata yang begitu tajam namun meneduhkan. Ia adalah Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, sosok yang kini memegang tongkat estafet sebagai Dirreskrimum Polda Papua.

Baca Juga :  Tak Sekedar Diberi Hak Pilih, Tapi Harus Diberi Ruang Berpartisipasi

Pria berdarah Sumatera Utara ini lahir di Jakarta, namun menghabiskan masa kecil dan pendidikan dasar hingga menengah pertama di Sulawesi, kemudian melanjutkan pendidikan SMA di Jawa Tengah, tepatnya di SMA Taruna Nusantara. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikannya di Akademi Kepolisian (Akpol).

Lulus dari Akpol tahun 2000, pria yang akrab disapa Kombes Herman ini memulai kariernya di Polda Jawa Tengah, bertugas di Poltabes Semarang. Dengan kecakapannya membawa ia terbang jauh ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di sana, ia mengabdi dari wilayah pesisir Maumere hingga pegunungan Manggarai. Tak hanya di dalam negeri, dedikasinya diakui dunia internasional. Dimana ia pernah menjadi bagian dari Police Advisor dalam misi perdamaian PBB selama 1,5 tahun.

Baca Juga :  Serahkan Berbagai Bantuan Untuk Merangsang Tumbuh Kembang

Pengalaman internasional itu memperkaya perspektifnya tentang penegakan hukum yang profesional dan berstandar global. Tak hanya sampai di situ kariernya terus menanjak. Ia menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Indonesia pada 2014, lalu kembali bertugas di Jawa Tengah sebagai Waka Polres Kebumen, Kanit, hingga Kasubdit di Direktorat Krimum Polda Jawa Tengah. Pendidikan Sespimmen pun ia tempuh sebelum kemudian dipercaya menjabat Kapolres Manokwari di Polda Papua Barat.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya