Ditentang Ayah Hingga Perang Dingin,Berangkat dengan Modal Tak Sampai Rp 100 Ribu

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Laily tidak menyerah. Ia terus berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan. Satu per satu prestasi mulai diraih. Piala demi piala berhasil dibawa pulang.

Perjuangan dan konsistensinya di lapangan akhirnya mengubah pandangan sang ayah. Melihat kesungguhan putrinya, Jupriadi yang sebelumnya menolak justru berbalik menjadi pendukung terbesar Laily. Bahkan, ia langsung membelikan mallet woodball terbaik agar putrinya bisa tampil maksimal dalam setiap pertandingan. Dukungan keluarga yang kini telah utuh menjadi salah satu kekuatan terbesar Laily untuk terus berkembang.

Sederat prestasi gemilang diraihnya. Meraih satu perunggu nomor Single Stroke di Jatim Open 2023; satu emas nomor Team Fairway dan satu perunggu nomor Mix di Kejurprov Sidoarjo 2023; satu perunggu nomor Single Stroke Piala KONI Surakarta 2024; satu perak nomor Single Stroke di Kejuaraan Woodball Bangkalan.Lalu satu perak nomor Single Stroke dan satu perunggu Double Stroke di Probolinggo Woodball Championship; satu perunggu nomor Single Stroke dan satu perak Team Fairway di Banyuwangi Championship; satu perak nomor Team Stroke KU 18 dan satu perunggu Team Stroke Senior di Kejuaraan Koni Klaten; dan satu perak nomor Single Fairway Senior di Bupati Cup Probolinggo Open.

Baca Juga :  Maroko Menang 2-0 atas Panama pada Laga Perdana Grup A Piala Dunia U-17 2023

Selanjutnya, satu perak nomor Single Stroke di Kejurprov Malang 2025; satu emas nomor Single Stroke dan satu perak Mix Fairway di Situbondo Woodball Challenge 3; satu perak nomor Single Stroke dan satu perunggu Doble Stroke di Semangat Pagi Competition Jatim 2026.

Kemudian, satu perak nomor Mix Fairway di Kejurprov Tulungagung; satu perunggu nomor Single Stroke di Jatim Open 2026; satu emas nomor Single Stroke dan satu emas Team Stroke di Kejurnas Jakarta 2026. Dan masuk peringkat 7 Mix Fairway. Selain keluarga, Laily juga menemukan keluarga baru di IWBA Kabupaten Probolinggo. Baginya, tim bukan hanya tempat berlatih, tetapi juga tempat berbagi perjuangan.

Baca Juga :  "Jadikan Pendidikan sebagai Jalan untuk Memanusiakan Orang Papua"

Mereka merasakan kemenangan bersama, mengalami kegagalan bersama, merayakan kebahagiaan bersama. Bahkan, saling menguatkan ketika harus menangis bersama. Semangat itulah yang terus dibawa Laily. Hingga akhirnya mampu menembus persaingan ketat dan masuk ke dalam skuad elite Tim Nasional Indonesia Woodball Association (IWBA).

Kini Laily bersiap membawa nama Indonesia dan Kabupaten Probolinggo di ajang dunia. Bekal ketahanan fisik, ketelitian, kekuatan mental, pengalaman bertanding, serta restu penuh dari keluarga menjadi penguatnya. “Saya mengikuti TC di Sidoarjo mulai 17 sampai 22 Juli untuk persiapan 10th World Cup Woodball Championship di Malaysia. Setelah itu berangkat ke Jakarta untuk kumpul dengan teman-teman yang lain. Lalu tanggal 24 berangkat ke Malaysia,” terangnya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Laily tidak menyerah. Ia terus berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan. Satu per satu prestasi mulai diraih. Piala demi piala berhasil dibawa pulang.

Perjuangan dan konsistensinya di lapangan akhirnya mengubah pandangan sang ayah. Melihat kesungguhan putrinya, Jupriadi yang sebelumnya menolak justru berbalik menjadi pendukung terbesar Laily. Bahkan, ia langsung membelikan mallet woodball terbaik agar putrinya bisa tampil maksimal dalam setiap pertandingan. Dukungan keluarga yang kini telah utuh menjadi salah satu kekuatan terbesar Laily untuk terus berkembang.

Sederat prestasi gemilang diraihnya. Meraih satu perunggu nomor Single Stroke di Jatim Open 2023; satu emas nomor Team Fairway dan satu perunggu nomor Mix di Kejurprov Sidoarjo 2023; satu perunggu nomor Single Stroke Piala KONI Surakarta 2024; satu perak nomor Single Stroke di Kejuaraan Woodball Bangkalan.Lalu satu perak nomor Single Stroke dan satu perunggu Double Stroke di Probolinggo Woodball Championship; satu perunggu nomor Single Stroke dan satu perak Team Fairway di Banyuwangi Championship; satu perak nomor Team Stroke KU 18 dan satu perunggu Team Stroke Senior di Kejuaraan Koni Klaten; dan satu perak nomor Single Fairway Senior di Bupati Cup Probolinggo Open.

Baca Juga :  Dari Kali Bak, hingga Suembak yang Penuh Cerita Untuk Angkatan 90 an

Selanjutnya, satu perak nomor Single Stroke di Kejurprov Malang 2025; satu emas nomor Single Stroke dan satu perak Mix Fairway di Situbondo Woodball Challenge 3; satu perak nomor Single Stroke dan satu perunggu Doble Stroke di Semangat Pagi Competition Jatim 2026.

Kemudian, satu perak nomor Mix Fairway di Kejurprov Tulungagung; satu perunggu nomor Single Stroke di Jatim Open 2026; satu emas nomor Single Stroke dan satu emas Team Stroke di Kejurnas Jakarta 2026. Dan masuk peringkat 7 Mix Fairway. Selain keluarga, Laily juga menemukan keluarga baru di IWBA Kabupaten Probolinggo. Baginya, tim bukan hanya tempat berlatih, tetapi juga tempat berbagi perjuangan.

Baca Juga :  Efektif Berjalan Tahun 2024, Masih Dilakukan Penyesuaian Anggaran

Mereka merasakan kemenangan bersama, mengalami kegagalan bersama, merayakan kebahagiaan bersama. Bahkan, saling menguatkan ketika harus menangis bersama. Semangat itulah yang terus dibawa Laily. Hingga akhirnya mampu menembus persaingan ketat dan masuk ke dalam skuad elite Tim Nasional Indonesia Woodball Association (IWBA).

Kini Laily bersiap membawa nama Indonesia dan Kabupaten Probolinggo di ajang dunia. Bekal ketahanan fisik, ketelitian, kekuatan mental, pengalaman bertanding, serta restu penuh dari keluarga menjadi penguatnya. “Saya mengikuti TC di Sidoarjo mulai 17 sampai 22 Juli untuk persiapan 10th World Cup Woodball Championship di Malaysia. Setelah itu berangkat ke Jakarta untuk kumpul dengan teman-teman yang lain. Lalu tanggal 24 berangkat ke Malaysia,” terangnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya