Digelar di Dalam Hutan Sagu, Sendimen Banjir Bandang 2019 Masih Terlihat

Ondoafi Kampung Sereh, Yanto Eluay mengungkapkan rasa bangga atas terlaksananya kegiatan tersebut. Kegiatan ini melahirkan kesadaran masyarakat untuk menjaga alam dan terkhususnya mencintai sagu sebagai pangan lokal.  Sagu merupakan pangan lokal yang selalu ada disetiap rumah, selalu ditemui dalam setiap pembayaran maskawin, acara-acara adat dan sebagainya, sehingga sangat layak untuk tetap dipertahankan,” kata Yanto.

Ia mengapresiasi pemuda Kampung Sereh yang juga memiliki andil menyiapkan event tersebut. Disini Yanto melihat bahwa potensi anak muda di Sereh bisa didorong untuk kegiatan-kegiatan positif. “Saya mengajak kita untuk mencintai pangan lokal kita, khususnya sagu, karena selain menjaga keberlangsungan hidup juga memiliki nilai ekonomi, ” jelasnya.

Baca Juga :  Tiap Cerita Punya Pesan Berbeda, Seni Teater di Papua Diharap Bisa Berkembang

Jemy menutup bahwa yang ingin ditunjukkan dari Sanggar Seni Robonghollo yaitu kegiatan yang dilakukan bukan saja kerjasama tim tetapi juga dari masyarakat Kampung Sereh. 

“Ini adalah sebuah karya yang kami buat untuk mengenang bersama dari konsep dan konteks masyarakat di kampung dimana melalui pertunjukan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan, pentingnya menjaga sagu sebagai tanaman budaya agar menjadi keberlangsungan hidup ke depan,” tutupnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Kadis Pariwisata Kabupaten Jayapura dan dihadiri juga oleh Direktur PT AMJ Entis Sutisna serta beberapa peneliti dan akademisi.  (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  ’’Pulang ke Tanah Air’’ dengan Nasi Goreng Kambing di Gravenstraat 24-A 

Ondoafi Kampung Sereh, Yanto Eluay mengungkapkan rasa bangga atas terlaksananya kegiatan tersebut. Kegiatan ini melahirkan kesadaran masyarakat untuk menjaga alam dan terkhususnya mencintai sagu sebagai pangan lokal.  Sagu merupakan pangan lokal yang selalu ada disetiap rumah, selalu ditemui dalam setiap pembayaran maskawin, acara-acara adat dan sebagainya, sehingga sangat layak untuk tetap dipertahankan,” kata Yanto.

Ia mengapresiasi pemuda Kampung Sereh yang juga memiliki andil menyiapkan event tersebut. Disini Yanto melihat bahwa potensi anak muda di Sereh bisa didorong untuk kegiatan-kegiatan positif. “Saya mengajak kita untuk mencintai pangan lokal kita, khususnya sagu, karena selain menjaga keberlangsungan hidup juga memiliki nilai ekonomi, ” jelasnya.

Baca Juga :  Drama KPU Berlanjut

Jemy menutup bahwa yang ingin ditunjukkan dari Sanggar Seni Robonghollo yaitu kegiatan yang dilakukan bukan saja kerjasama tim tetapi juga dari masyarakat Kampung Sereh. 

“Ini adalah sebuah karya yang kami buat untuk mengenang bersama dari konsep dan konteks masyarakat di kampung dimana melalui pertunjukan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan, pentingnya menjaga sagu sebagai tanaman budaya agar menjadi keberlangsungan hidup ke depan,” tutupnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Kadis Pariwisata Kabupaten Jayapura dan dihadiri juga oleh Direktur PT AMJ Entis Sutisna serta beberapa peneliti dan akademisi.  (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Aksi dan Agenda Memeriahkan HUT RI Bisa Dilakukan dengan Berbagai Cara

Berita Terbaru

Artikel Lainnya