Friday, April 4, 2025
31.7 C
Jayapura

Momentum Natal Kembali Menjadi Persaudaraan yang Utuh untuk Pembangunan Papua

“Hari ini (Senin red) persiapan hampir tuntas, baik penataan ornamen, maupun persiapan liturginya,” jelas Pastor Bas sapaan akrabnya kepada Cenderawasih pos.

Sebagaimana Tema Natal kali ini “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem” Tema tersebut memberikan pesan perdamaian. Pesan ini kata Pastor Bas sangat selaras dengan suasana dimana masyarkaat khususnya di Papua baru saja melaksanakan pesta demokrasi.

Mungkin selama pesta demokrasi itu berlangsung situasi di tengah masyarakat mengalami kerenggangan yang terjadi karena adanya perbedaan pandangan politik tapi juga hal lain, maka di momentum natal ini kembali menyatu menjadi persaudaraan yang utuh. Kembali menyatu dalam dalam satu semangat yang sama, untuk  pembangunan Papua yang harmonis.

Baca Juga :  Harga Terjangkau,  Pembeli Tidak Hanya dari Kota Jayapura

Pesan natal ini, melalui kehadiran Yesus kita boleh hidup dalam perdamaian, yang meskipun mungkin selama suasana Pilkada kemarin ada perbedaan pandangan, tapi melalui momentum natal ini kita harus bersatu,” jelasnya.

“Mari kita jadikan momentum natal sebagai sebuah wadah untuk menyatukan pikiran pandangan, ataupun hal lain yang mendorong kemajuan Tanah Papua dengan pembangunan yang penuh damai,” pungkasnya. (*/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

“Hari ini (Senin red) persiapan hampir tuntas, baik penataan ornamen, maupun persiapan liturginya,” jelas Pastor Bas sapaan akrabnya kepada Cenderawasih pos.

Sebagaimana Tema Natal kali ini “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem” Tema tersebut memberikan pesan perdamaian. Pesan ini kata Pastor Bas sangat selaras dengan suasana dimana masyarkaat khususnya di Papua baru saja melaksanakan pesta demokrasi.

Mungkin selama pesta demokrasi itu berlangsung situasi di tengah masyarakat mengalami kerenggangan yang terjadi karena adanya perbedaan pandangan politik tapi juga hal lain, maka di momentum natal ini kembali menyatu menjadi persaudaraan yang utuh. Kembali menyatu dalam dalam satu semangat yang sama, untuk  pembangunan Papua yang harmonis.

Baca Juga :  Pesparani Bukan Sekear Soal Juara, Tapi Jadi Peristiwa Iman

Pesan natal ini, melalui kehadiran Yesus kita boleh hidup dalam perdamaian, yang meskipun mungkin selama suasana Pilkada kemarin ada perbedaan pandangan, tapi melalui momentum natal ini kita harus bersatu,” jelasnya.

“Mari kita jadikan momentum natal sebagai sebuah wadah untuk menyatukan pikiran pandangan, ataupun hal lain yang mendorong kemajuan Tanah Papua dengan pembangunan yang penuh damai,” pungkasnya. (*/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya