Sunday, March 22, 2026
29.1 C
Jayapura

Pasien Bisa Diajak Ngobrol Karena Dalam Kondisi Sadar 

Ia pun berharap Awake craniotomy yang viral bisa membawa dampak positif penilaian masyarakat buat  RSUD Jayapura. Bisa mengembalikan kejayaan rumah sakit milik pemerintah ini, bisa diandalkan meski banyak kekurangannya. Selain itu, bisa meningkatkan perhatian Pemda terhadap ketersediaan alat dan bahan di RSUD Jayapura. Seperti ketersediaan obat-obatan, bahan habis pakai dan kebutuhan lainnya.

Sekadar diketahui, dr.Albinus menempuh S1 Kedokteran di UGM, spesialis anastesi dan S2  di Universitas 11 Maret, Solo. Saat ini, sedang menjalani pendidikan subspesialis di RS Hasan Sadikin Bandung, Universitas Padjadjaran.

Sementara itu, dr.Tommy J Numberi menyebut ini sebagai momentum adanya perubahan yang berarti di rumah sakit. Perubahannya untuk kesejahteraan tenaga kesehatan di RSUD Jayapura.

Baca Juga :  “Kalau Tidak Kasih Bantuan, Kasih Kerja Supaya Bisa Hidup Sejahtera”

“Ini bentuk komitmen kami, di tengah kesulitan namun bisa berkreasi membuat sesuatu yang baru di Indonesia Timur yang dikerjakan oleh anak Papua,” ucapnya.

Ia pun berharap gubernur yang baru bisa perhatikan ini, terutama soal kesejahteraan tenaga kesehatan di RSUD Jayapura. dr Tommy ingat betul bahwa setahun lalu, dirinya dan Nakes lainnya pernah demo menuntut tunjangan mereka.

Ini momentum kita menunjukan ke semua orang bahwa SDM di RSUD Jayapura mampu. Namun harus didukung dengan keseriusan pemerintah, terutama kesejahteraan tenaga kesehatan, infrastruktur rumah sakit, beasiswa, manajemen rumah sakit dan berbagai hal yang harus dibenahi. Targetnya adalah pelayanan yang prima buat masyarakat. “Yang pasti, dokter RSUD Jayapura mampu berkresasi meski masih banyak situasi sulit,” tutupnya.(*)

Baca Juga :  Pemerintah Masih Dominan Memikirkan Masalah Politik di Papua

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Ia pun berharap Awake craniotomy yang viral bisa membawa dampak positif penilaian masyarakat buat  RSUD Jayapura. Bisa mengembalikan kejayaan rumah sakit milik pemerintah ini, bisa diandalkan meski banyak kekurangannya. Selain itu, bisa meningkatkan perhatian Pemda terhadap ketersediaan alat dan bahan di RSUD Jayapura. Seperti ketersediaan obat-obatan, bahan habis pakai dan kebutuhan lainnya.

Sekadar diketahui, dr.Albinus menempuh S1 Kedokteran di UGM, spesialis anastesi dan S2  di Universitas 11 Maret, Solo. Saat ini, sedang menjalani pendidikan subspesialis di RS Hasan Sadikin Bandung, Universitas Padjadjaran.

Sementara itu, dr.Tommy J Numberi menyebut ini sebagai momentum adanya perubahan yang berarti di rumah sakit. Perubahannya untuk kesejahteraan tenaga kesehatan di RSUD Jayapura.

Baca Juga :  26 hari Dirawat, Bayi Yang Dibuang Orang Tuanya Kini Masuk Panti Asuhan

“Ini bentuk komitmen kami, di tengah kesulitan namun bisa berkreasi membuat sesuatu yang baru di Indonesia Timur yang dikerjakan oleh anak Papua,” ucapnya.

Ia pun berharap gubernur yang baru bisa perhatikan ini, terutama soal kesejahteraan tenaga kesehatan di RSUD Jayapura. dr Tommy ingat betul bahwa setahun lalu, dirinya dan Nakes lainnya pernah demo menuntut tunjangan mereka.

Ini momentum kita menunjukan ke semua orang bahwa SDM di RSUD Jayapura mampu. Namun harus didukung dengan keseriusan pemerintah, terutama kesejahteraan tenaga kesehatan, infrastruktur rumah sakit, beasiswa, manajemen rumah sakit dan berbagai hal yang harus dibenahi. Targetnya adalah pelayanan yang prima buat masyarakat. “Yang pasti, dokter RSUD Jayapura mampu berkresasi meski masih banyak situasi sulit,” tutupnya.(*)

Baca Juga :  Momen Libur Sekolah dan Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya